Begini Penjelasan LIPI Soal Serbuan Ubur-ubur di PLTU Paiton
Nasional

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memberi penjelasan terkait peristiwa serbuan ubur-ubur yang terjadi di PLTU PT PJB Paiton, Probolinggo Selasa (28/4) lalu.

WowKeren - Ribuan ekor ubur-ubur bergerak mendekati Unit Pembangkit (UP) PT PJB Paiton 1 dan 2 yang berlokasi di Kabupaten Probolinggo. "Serbuan" ubur-ubur tersebut terjadi pada Selasa (28/4) dini hari.

Peneliti Pertama dari Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Oksto Ridho Sianturi mengungkapkan alasan di balik terjadinya fenomena ini. Menurutnya, munculnya ribuan ubur-ubur ini dipengaruhi oleh faktor kondisi perairan yang cocok untuk ubur-ubur bertumbuh.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia melainkan di luar negeri juga terjadi hal yang serupa. "Fenomena ledakan ubur-ubur ini akhir-akhir semakin sering terjadi, baik di Indonesia maupun di negara lain," ujar Ridho dilansir Kompas, Kamis (30/4). "Tapi, ledakan ini tidak memberikan tanda-tanda tertentu karena ledakan ubur-ubur ini dipengaruhi oleh faktor kondisi perairan yang cocok untuk ubur-ubur bertumbuh."


Menurutnya, faktor-faktor yang berpengaruh antara lain, eutrofikasi (pengayaan nutrien di dalam air), perubahan iklim global, penangkapan ikan berlebihan dan invasi alien spesies. Fenomena yang terjadi di perairan Probolinggo ini ada kemungkinan memiliki pola. "Selama 2 tahun terakhir di bulan Oktober terdapat ledakan ubur-ubur Phylloriza (Spotted jelly) dan Catostylus (blubber jelly) di teluk Jakarta. Mungkin ini kasus yang lebih terpola," terangnya.

Perihal pola yang terbentuk yakni setiap bulan Oktober selama 2 tahun terakhir di teluk Jakarta, sementara yang di Probolinggo terjadi terakhir pada 2016, 1986, 1981, dan 1973 pada bulan April, Mei, dan Juni. Kesimpulan yang diambil dari rekapan tersebut yakni kejadian ledakan ubur-ubur di Probolinggo rentang 2016-1986, hingga ini Ridho pun masih menghimpun sejumlah data terkait fenomena ubur-ubur.

Di sisi lain, fenomena ribuan ubur-ubur ini disinyalir terjadi sekali dalam setahun untuk tiap lokasi. "Probolinggo tiap bulan April-Juni, kemudian selatan Jawa Juni-Agustus, di teluk Jakarta tiap bulan September-November," lanjutnya.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait