Tim tracing melakukan rapid test pada tetangga pasangan pasutri positif corona di Mojokerto. Hingga akhirnya ditemukan hasil rapid test reaktif dari seorang warga dan langsung diisolasi.
- Lailatul Maghfiroh
- Kamis, 30 April 2020 - 20:22 WIB
WowKeren - Setelah sepasang suami istri di Jetis, kabupaten Mojokerto dinyatakan positif corona, kini 25 tetangga dan keluarga mereka diminta menjalani rapid test. Hasilnya, salah seorang tetangga pasutri tersebut ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pemantauan (PDP) setelah rapid test menunjukkan hasil reaktif.
Pasangan suami istri yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut merupakan pria 50 tahun dan perempuan 48 tahun. Pasangan ini mempunyai riwayat pulang dari Jakarta pada Sabtu (18/4).
Keduanya dinyatakan positif Corona berdasarkan hasil tes swab yang keluar pada Jumat (24/4). Hari itu juga pasutri tersebut dievakuasi ke RSUD Prof Dr Soekandar di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto untuk diisolasi.
Tim tracing kemudian menemukan 12 orang yang kontak erat dengan pasutri tersebut. Yaitu 2 anak, 3 keponakan, serta 7 tetangganya. Lantas pada Sabtu (25/4), 25 orang menjalani rapid test. Yakni 12 orang kontak erat dan 13 tetangga pasutri yang khawatir tertular sehingga minta di-rapid test.
"Hasil rapid test hanya satu yang reaktif, yaitu perempuan 36 tahun tetangga pasutri yang positif Corona," kata Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Mojokerto dr Langit Kresna Janitra, Kamis (30/4). "Keluarga pasutri itu negatif karena memang tidak terjadi transmisi virus walaupun tinggal serumah, mungkin kontak yang terjadi tidak menimbulkan perpindahan virus."
Sementara itu seorang tetangga perempuan berusia 36 didapati hasil rapid test-nya reaktif. Bahkan dokter menyebut tetangga tersebut mengalami gejala klinis berupa batuk dan demam.
Kendati demikian, tetangga tersebut langsung ditetapkan sebagai PDP dan dievakuasi ke RSUD Prof Dr Soekandar sejak Selasa (28/4) untuk diisolasi. Pasien ini juga telah menjalani tes swab pada Rabu (29/4).
"Perempuan 36 tahun itu kami tetapkan menjadi PDP, hasil tes swabnya belum keluar," ungkap dr Langit. Sementara itu, pasutri yang positif corona saat ini masih diisolasi di RSUD Prof Dr Soekandar untuk menunggu hasul tes swab kedua guna memastikan mereka sudah negatif dari corona.
(wk/lail)