Dijemput Petugas Ber-APD, Pasien Positif Corona Ini Justru Santai 'Gelar Perpisahan'
Twitter/EllaZefa
Nasional

Seorang alumni Ijtima Ulama Gowa dinyatakan positif COVID-19 tanpa gejala dan dijemput petugas medis untuk diisolasi. Namun ternyata ia sempat 'menggelar perpisahan' dengan para kerabat.

WowKeren - Salah satu protokol kesehatan bagi pasien positif COVID-19 adalah penjemputan oleh tim medis. Hal ini dilakukan demi menghindari sang pasien menumpangi kendaraan umum dan justru berpotensi menularkan penyakitnya ke lebih banyak orang.

Namun tak jarang pasien-pasien itu bak tidak memahami kondisi kesehatan mereka sendiri. Seperti yang terjadi di video viral berikut ini, dimana seorang pasien positif tanpa gejala (OTG) justru dengan santai "menggelar acara perpisahan" dengan teman-teman dan tetangganya kendati sudah dijemput oleh petugas medis berpakaian alat pelindung diri (APD) lengkap.

Dipantau dari postingan Twitter @EllaZefa, peristiwa ini disebut-sebut terjadi di Pekalongan, Jawa Tengah. Di sana tampak seorang pria dengan kemeja putih, sarung, serta peci berjalan keluar dari sebuah rumah dengan tas di bahunya.

Pria itu berjalan diiringi sejumlah petugas medis ber-APD lengkap, pertanda bahwa dirinya lah pasien positif Corona yang dijemput untuk diisolasi. Namun yang istimewa, teman-temannya justru terlihat mengerumuni sang pasien positif, bahkan sempat bersalaman sembari bercanda seperti sedang memberikan semangat.


Twitter/EllaZefa

"Dikirimin temen di pekalongan .. 5 org dijemput petugas medis utk diisolasi krn positif corona tanpa gejala, stlh mrk mengikuti kegiatan di Gowa bulan lalu..." cuit @EllaZefa pada Kamis (30/4) kemarin. "Yang istimewa, mereka diantar teman2nya, malah dgn bersalam2an tanpa memakai masker & sempat saling berbicara...."

Tak pelak peristiwa ini membuat warganet ikut meradang. Di kolom komentar unggahan tersebut banyak ungkapan kekesalan mereka lantaran para pria di video tersebut seolah masa bodoh dengan imbauan otoritas kesehatan agar selalu menjaga jarak terutama dengan pasien yang sudah positif COVID-19.

"Ini namanya 'beriman tapi tidak berakal'," cuit @luq*****e. "Yg salaman paling sambil ngomong 'tenang bro, besok gw temenin elu di sana'," seloroh @bas*****gy. "Yg dijemput : 'duluan ya bro, gw tunggu'" timpal @abi******er.

Sebelumnya kisah tentang "alumni" ijtima ulama di Gowa, Sulawesi Selatan yang ngotot enggan diisolasi sudah berkali-kali didengar. Seperti salah satunya mantan peserta ijtima ulama di Mataram, Nusa Tenggara Barat yang enggan diisolasi dan justru nekat mengikuti ibadah salat tarawih berjemaah kendati sudah dipastikan positif COVID-19.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait