Penambahan angka juga terjadi pada jumlah pasien yang sembuh. Hingga hari ini dilaporkan ada sebanyak 2.197 orang yang sembuh. Jumlah ini bertambah sebanyak 243 orang.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 05 Mei 2020 - 18:41 WIB
WowKeren - Kasus positif corona terus bertambah setiap harinya di Indonesia. Hingga Selasa hari ini, (5/5) jumlah kasus terkonfirmasi ada 12.071 orang.
Jumlah tersebut bertambah sebanyak 484 kasus dari hari sebelumnya. Sementara itu, jumlah pasien yang meninggal bertambah sebanyak 8 orang sehingga totalnya menjadi 872 orang.
"Hari ini jumlah yang meninggal sebanyak 8 orang," kata Juru bicara pemerintah untuk penanganan Corona COVID-19 Achmad Yurianto di Gedung BNPB Jakarta Timur, Selasa (5/5). "Sehingga total jumlah meninggal sebanyak 872 orang."
Penambahan angka juga terjadi pada jumlah pasien yang sembuh. Hingga hari ini dilaporkan ada sebanyak 2.197 orang yang sembuh. Jumlah ini bertambah sebanyak 243 orang dari sebelumnya yang berjumlah 1.954 orang.
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebutkan jika ada tiga jenis tes untuk mendeteksi apakah seseorang positif corona atau tidak. Yang pertama yakni tes menggunakan real time-Polymerase Chain Reaction (PCR). Tes jenis ini memiliki sensitivitas yang cukup tinggi hampir 95 persen.
"RT PCR inilah yang dipakai di seluruh dunia untuk memastikan apabila sampel berupa swabnya diambil dari hidung atau tenggorokan," kata Wiku. "Itu bisa dites dan menunjukkan positif atau negatif terhadap virus SarsCov 2 ini."
Lalu kedua ada tes cepat molekuler (TCM). "TCM, tes cepat molekuler, menggunakan sebuah yang relatif cepat, dilakukan secara molekuler, dan ini memiliki sensitivitas dan spesifisitas cukup tinggi sekitar 95 persen," kata Wiku.
Sama-sama memiliki tingkat sensitivitas yang cukup tinggi, TCM diklaim bisa memberikan hasil yang lebih cepat dari PCR. Sebab, tes RT-PCR harus memerlukan reagen dan sampel.
Sementara itu, pemerintah telah menyiapkan pulau khusus untuk menampung pasien positif jika kasus corona di Indonesia terus mengalami lonjakan. Rencananya, RS darurat untuk menangani pasien virus corona ini berada di Pulau Sebaru. Pemilihan Pulau Sebaru dinilai tepat lantaran memiliki fasilitas yang lengkap
(wk/zodi)