Pemerintah mencatat ada penurunan jumlah kasus positif COVID-19 untuk hari ini (6/5), yakni sebanyak 367 kasus. Dengan demikian total kasus positif mencapai 12.438 orang.
- Elvariza Opita
- Rabu, 06 Mei 2020 - 17:00 WIB
WowKeren - Kemarin (5/5) Indonesia dibuat geger dengan tambahan kasus harian COVID-19 yang luar biasa signifikan. Namun beruntung hari ini, Rabu (6/5) kembali ada penurunan jumlah kasus harian.
Berdasarkan pernyataan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, menyebut ada tambahan 367 kasus dalam rentang 24 jam terakhir. Dengan demikian total pasien positif secara kumulatif tembus 12.438 orang.
"Total kasus positif menjadi 12.438 orang," kata Yuri dalam keterangan resminya di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta. Seperti biasa, data itu diperbarui hingga pukul 12.00 WIB tadi.
Tambahan angka ini jelas menurun, cukup signifikan sejatinya, bila dibandingkan dengan kemarin. Sebab kemarin Indonesia mencatat adanya tambahan 484 kasus yang praktis juga memecahkan rekor pasien harian.
Selain itu, Yuri juga memperbarui jumlah pasien sembuh dan meninggal akibat COVID-19. Untuk jumlah pasien meninggalnya mencapai 895 orang, sedangkan pasien sembuhnya ada 2.317 orang.
Kendati jumlah kasus positifnya terus bertambah setiap hari, pemerintah mengklaim wabah virus Corona di Indonesia sudah mulai bisa dikendalikan. Presiden Joko Widodo sendiri menekankan setiap jajarannya untuk melakukan sedaya upaya agar wabah COVID-19 bisa dikendalikan maksimal bulan ini.
Namun diperlukan peran aktif masyarakat juga agar situasi ini bisa tercapai, seperti diungkap oleh Yuri. Menurutnya kunci pengendalian COVID-19 adalah kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan pembatasan dan protokol kesehatan.
"Kita bersama-sama harus bisa menjalankan ini, kalau kita menginginkan pada bulan Juni pada bulan Juli kasus ini bisa kita dikendalikan," kata Yuri, seperti dilansir dari CNN Indonesia. "Komitmennya ada di kita."
Ia sendiri mengaku berharap Agustus situasi sudah kembali normal. "Kita yakin bisa. Kuncinya adalah kita harus bersama dan bergotong royong," pungkas Yuri.
Di sisi lain, data perkembangan kasus COVID-19 di tiap provinsi juga ikut disampaikan. DKI Jakarta masih menjadi wilayah Indonesia paling terdampak COVID-19, baik dari segi jumlah kasus positifnya hingga pasien meninggalnya.
Menyusul di belakangnya adalah Jawa Timur. Provinsi ini sendiri "memanen" banyak kasus positif usai ditemukan 2 klaster kasus yang mengkhawatirkan, salah satunya di PT HM Sampoerna Tbk.
(wk/elva)