Susi Pudjiastuti ikut menanggapi video viral jenazah ABK Tiongkok yang dibuang ke laut. Dalam cuitannya, Susi membahas Ilegal Unreported Unregulated Fishing yang berkaitan dengan Satgas 115 bentukannya.
- Neressa Prahastiwi
- Kamis, 07 Mei 2020 - 10:51 WIB
WowKeren - Belakangan publik dikejutkan dengan video yang menampilkan tiga jenazah Anak Buah Kapal (ABK) Tiongkok dibuang ke laut. Tiga jenazah tersebut rupanya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI). Hal ini terungkap dari pemberitaan salah satu stasiun televisi Korea Selatan, MBC.
Mantan Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti ikut membagikan kabar tersebut melalui akun Twitter-nya. Susi juga membagikan video YouTuber Jang Hansol yang menjelaskan permasalahan ABK WNI tersebut secara gamblang. "Itulah kenapa Ilegal Unreported Unregulated Fishing harus dihentikan. Ingat dulu kasus Benjina ? Dibawah ini berita dari Korea," komentar Susi.
"Ilegal unreported unregulated Fishing = Kejahatan yg mengambil kedaulatan sumber daya ikan kita= sumber Protein = Ketahanan Pangan= TENGGELAMKAN !!!!!!!!!!!!" tambah Susi di cuitannya yang lain. "Saya sudah teriak sejak tahun 2005."
Lebih lanjut, Susi menerangkan apabila Ilegal Unreported Unregulated Fishing bukan hanya berkaitan dengan kejahatan lintas negara. Melainkan juga pencurian satwa-satwa langka, penyelundupan narkoba, hingga perbudakan modern.
"Ilegal Unreported Unregulated Fishing : 1. Kejahatan lintas negara, dilakukan di beberapa wilayah laut beberapa negara, oleh crew, abk dr beberapa negara, hasil tangkapannya dijual ke beberapa negara, melanggar hukum banyak negara," tulis Susi pada Kamis (7/5).
"2. Disitu juga ada Pelanggaran :Kedaulatan wilayah & sumber daya kelautan perikanan; Duane/ Penyelundupan segala komoditi bukan janya ikan yg dicuri tapi juga satwa2 langka, Narkoba & Kejahatan Kemanusiaan/ perbudakan modern; Kejahatan yg sangat lengkap dan jahat luarbiasa," sambungnya.
Susi kembali memperingatkan apabila Ilegal Unreported Unregulated Fishing merupakan kejahatan yang serius hingga mendapat perhatian khusus oleh Mantan Presiden Barack Obama. Susi lantas menyinggung Satgas 115 yang dibuat Presiden Joko Widodo saat ia masih menjabat sebagai Menteri Perikanan dan Kelautan.
"Search di google dll.ttg Ilegal Fishing banyak video & riset ttg itu. Begitu seriusnya kejahatan ini America/Obama sampai membentuk Task Force IUUF," pungkas Susi. "Indonesia di bawah Pak Jokowi jg membuat Satgas 115. Yg dulu rencananya akan dibuat multi door menangani semua kejahatan di Laut."
Seperti diketahui, tugas Satgas 115 telah selesai pada 31 Desember 2019 lalu. Pemerintah menegaskan bahwa Satgas 115 tak dibubarkan, namun akan memperkuat Standar Operasional Prosedur (SOP) agar tak tumpang tindih dengan lembaga lain.
(wk/nere)