Berkumpulnya massa untuk merayakan penutupan gerai pertama McDonald's di Sarinah menuai kritikan dan kegeraman warganet. Mereka juga berharap agar tidak ada klaster corona baru yang muncul dari peristiwa tersebut.
- Nidya Putri
- Senin, 11 Mei 2020 - 15:32 WIB
WowKeren - Gerai makanan cepat saji McDonald's di Indonesia yang berlokasi di Sarinah, Jakarta menjadi topik hangat di kalangan netizen Tanah Air beberapa waktu terakhir. Pasalnya, gerai yang penuh dengan kenangan tersebut ditutup permanen pada tanggal 10 Mei 2020.
Sayangnya, pada hari penutupannya, sejumlah besar masyarakat DKI Jakarta, terutama yang merasa memiliki banyak memori, justru terpantau berkumpul di sana. Hal ini tentunya mengabaikan peraturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang berlaku gegara wabah virus corona.
Aksi "kumpul-kumpul" tersebut tentunya menuai beragam kritikan dari masyarakat. Tak sedikit dari netizen di Twitter yang khawatir hal itu akan mengakibatkan penyebaran virus COVID-19 yang rentan menular.
"Let's hope there will not be a 'McD Sarinah' cluster," tulis seorang netizen. "Semoga tidak muncul cluster McD Sarinah ya? PSBB cuma garang di kertas, tapi loyo saat dipelaksanaan? Kok bisa ada perkumpulan massa segini banyak tapi tidak dibubarkan?," kata netizen lainnya.
"Ketika Sholat Jum'at dilarang, sementara di McD Sarinah orang berkumpul untuk bersenang-senang," sahut netter lain. "Hampir 2 bulan membatasi diri dan keluarga untk taat aturan pemerintah. Rela gak pulkam demi menghindari penyebaran lbih luas. Tapi orang 'kota' malah kumpul depan McD Sarinah dimasa PSBB tranding jadi pengen misuh," kesal netter.
Bahkan peristiwa ini juga turut mendapatkan perhatian dari salah satu sutradara ternama Tanah Air Joko Anwar. "McD Sarinah mendapat tempat khusus dalam ingatan kita, tetapi serius @McDonalds_ID apakah pertemuan seperti ini di tengah pandemi benar-benar diperlukan? Tempat itu bisa dengan nada manis. Tapi ini benar-benar buta nada. Malu," cuitnya di Twitter beserta mengunggah foto-foto kerumunan massa tersebut.
Sementara itu, Kasatpol PP DKI, Arifin mengaku langsung menggandeng TNI untuk membubarkan massa yang berkumpul segera setelah mendapat laporan tersebut. Arifin mengatakan jika pihak Satpol PP DKI langsung memberikan teguran ke pihak pengelola usai membubarkan kerumunan massa. Namun manajemen mengklaim tak pernah mengadakan closing dan massa datang berkumpul dengan sendirinya.
Arifin berharap tidak ada lagi acara serupa di wilayah Jakarta. Ia meminta agar masyarakat mematuhi aturan PSBB yang saat ini diterapkan di Jakarta supaya bisa memutus rantai penularan virus Corona.
(wk/nidy)