Kepala BPOM Penny Lukito tak menampik adanya penyebaran daging babi yang 'disulap' menjadi daging sapi. Namun, ia menegaskan bahwa pengawasan terkait hal tersebut berada di tangan Kementerian Pertanian (Kementan).
- Nidya Putri
- Rabu, 13 Mei 2020 - 13:26 WIB
WowKeren - Masyarakat Indonesia kembali dikejutkan dengan beredarnya daging sapi palsu yang berasal dari daging babi yang diolah. Polrestabes Bandung menangkap empat orang tersangka yang melakukan praktek curang tersebut.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito tak menampik adanya penyebaran daging babi yang diolah menyerupai daging sapi di pasaran. Namun, ia mengatakan bahwa pengawasan terkait hal tersebut, seharusnya ada di pihak Kementerian Pertanian (Kementan).
"(Itu) Diawasi oleh kementerian pertanian," kata Lukito dilansir Republika, Rabu (13/5). Segala bentuk daging segar, atau daging yang bukan dalam bentuk olahan, imbuhnya, bukan menjadi kewenangan BPOM.
Ia menegaskan bahwa hal itu merupakan tanggung jawab Kementan. "Jadi pengawasan itu bukan di BPOM," ujarnya.
Sementara itu, perlu diketahui bahwa para pedagang nakal tersebut melakukan berbagai cara untuk mengelabui pembeli. Salah satunya dengan menggunakan boraks.
Dengan boraks, daging babi yang pada dasarnya memiliki warna lebih pucat akan terlihat lebih merah seperti daging sapi. "Secara fisik daging babi terlihat lebih pucat, sedangkan daging sapi lebih merah," Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan, Senin (11/5) lalu. "Jadi, sebelum dijual daging babi diproses dulu pakai boraks sehingga lebih merah seperti daging sapi."
Daging sapi palsu tersebut dijual dengan harga yang lebih murah daripada harga pasar. Pengepul mendapat pasokan daging babi dari Solo seharga Rp 45ribu/kg. Lalu menjual daging tersebut seharga Rp 60 ribu/kg ke pengecer. "Selanjutnya pengecer menjual daging tersebut ke masyarakat dengan harga antara Rp 75.000 sampai Rp 90.000 per kilogram," jelas Hendra.
(wk/nidy)