Pendiri Microsoft tersebut mengklaim kalau peringatan yang ia berikan pada Donald Trump muncul sebelum sang Presiden resmi memasuki Gedung Putih pada Januari 2017.
- Luthfiatun Nisa
- Rabu, 13 Mei 2020 - 14:43 WIB
WowKeren - Bill Gates mengaku bahwa dirinya pernah memperingatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal ancaman terjadinya wabah virus corona (COVID-19) sejak tahun 2016 lalu. Pendiri Microsoft tersebut mengklaim kalau peringatannya itu muncul sebelum sang Presiden resmi memasuki Gedung Putih pada Januari 2017.
Dilansir Daily Mail pada Rabu (12/5), Bill Gates mengatakan awalnya ia bertemu dengan Trump di Menara Trump, New York City, pada Desember 2016, atau sebulan setelah Trump memenangkan Pilpres AS. Saat itu, Gates tak hanya memperingatkan sang Presiden terpilih, namun juga rivalnya yang berasal dari Partai Demokrat, Hillary Clinton.
Dalam wawancara dengan Wall Street Journal yang dipublikasikan Senin (11/5), Bill Gates mengatakan, "Saya memilih, ketika bertemu para petinggi di AS, Eropa, di seluruh dunia, untuk membicarakan risiko pandemi," jelas bos Microsoft itu.
"Saya merasa buruk. Intinya adalah bagaimana cara kita untuk meminimalkan dampaknya. Saya berharap bisa berbuat lebih agar dunia semakin perhatian," lanjutnya.
Sementara sejumlah pemimpin dunia sepakat dengan pendapatnya, ada juga yang tidak terlalu banyak bertindak dalam menangani pandemi, Bill Gates justru berusaha untuk mencari solusinya berbekal sumber daya yang ia miliki. Dalam lanjutan keterangannya, Bill Gates menuturkan seberapa besar pertanyaannya mengenai mitigasi wabah, seperti penutupan sekolah atau pemutusan rantai penyebaran, tidak ada jawaban pasti.
Dia mendirikan Yayasan Bill dan Melinda Gates pada 2000, yang fokus kepada bagaimana mencari solusi atas masalah kesehatan yang terjadi di dunia. Saat ini, yayasan itu berkomitmen atas dana USD 305 juta, atau sekitar Rp 4,5 triliun, untuk pengembangan vaksin.
Bill Gates juga mengungkapkan bagaimana penyebaran virus corona yang terjadi saat ini adalah momen dramatis yang terjadi dalam hidupnya. Filantropi kelahiran Seattle tersebut menegaskan sebelum wabah berakhir, dia akan menggelontorkan dana untuk kepentingan pengobatan COVID-19.
Kendati demikian, ia menyebut pemerintah adalah entitas resmi untuk memutuskan solusi terbaik. "Saya hanya mengeluarkan ratusan juta dollar. Namun pemerintah, yang tentunya punya solusi untuk menyudahi perang ini," jelasnya.
(wk/luth)