Pasien Positif COVID-19 di Sumsel Dimakamkan Tanpa Protokol Keamanan Gara-Gara Ini
Nasional

Seorang pasien positif COVID-19 di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, dimakamkan tanpa protokol keamanan. Menurut Wali Kota Prabumulih, Ridho Yahya, pasien manula tersebut awalnya melakukan rapid test di RS Fadhilah.

WowKeren - Seorang pasien positif COVID-19 di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, yang meninggal dunia tidak dimakamkan dengan protokol kesehatan yang berlaku. Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Sumatera Selatan, Yusri, pasien tersebut meninggal pada Selasa (12/5) lalu.

"Perempuan berusia 78 tahun itu meninggal pada tanggal 12 Mei 2020," ungkap Yusri di Palembang pada Jumat (15/5) hari ini. Status positif pasien manula tersebut baru dinyatakan oleh Gugus Tugas kepada publik pada Kamis (14/5) kemarin, 2 hari setelah ia meninggal.

Menurut Wali Kota Prabumulih, Ridho Yahya, pasien manula tersebut awalnya melakukan rapid test di Rumah Sakit Fadhilah. Hasil rapid test wanita lansia tersebut ternyata reaktif, ia pun kemudian dibawa ke RSUD Prabumulih untuk tes swab.

Saat di RSUD Prabumulih, pasien yang tercatat sebagai kasus 368 di Sumsel tersebut dipaksa dipulangkan oleh keluarganya lantaran kondisi cukup sehat. Petugas medis sendiri kala itu sudah berupaya untuk mempertahankan pasien di rumah sakit.


Sayangnya, pasien tersebut meninggal pada 12 Mei lalu dan dimakamkan di TPU Kelurahan Prabujaya, Kecamatan Prabumulih Timur tanpa protokol keamanan. Puskesmas setempat sebenarnya telah mengarahkan agar pemakaman dilakukan sesuai protokol keamanan, mengingat wanita lansia tersebut telah berstatus PDP (pasien dalam pengawasan). Namun, pihak keluarga menolak arahan tersebut.

Hasil tes swab pasien tersebut baru diterima Gugus Tugas Prabumulih pada 13 Mei 2020 malam, sehari setelah sang pasien meninggal dunia. Benar saja, pasien yang telah meninggal dunia tersebut dinyatakan positif COVID-19.

"Tim medis sudah melacak siapa saja yang sempat berkontak dengan almarhumah," ungkap Ridho. "Kemudian tim akan melakukan rapid test."

Sementara itu, Sumsel sendiri melaporkan adanya 119 pasien COVID-19 baru pada Kamis (14/5) kemarin. Dengan demikian, jumlah pasien corona di Sumsel menjadi 441 orang.

Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumatera Selatan, Nur Purwoko, lonjakan yang signifikan tersebut terjadi lantaran mereka melakukan tracing dari kasus positif sebelumnya. Sejauh ini, Nur menyebut belum ada penularan virus di ruang publik.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait