Viral Surat Edaran RS UNAIR Tolak Pasien Corona untuk Sementara, Begini Klarifikasinya
Getty Images
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Pihak Humas RS UNAIR memberikan penjelasan soal berita penolakan terhadap pasien Corona untuk sementara. Hal ini lantaran rumah sakit telah mencapai kapasitas penuh dan perlu dilakukan penataan internal ulang.

WowKeren - Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia Surabaya, Arief Bakhtiar, mengatakan sejumlah rumah sakit di Surabaya, Jawa Timur tak bisa menampung lonjakan pasien Corona. Arief bercerita, peningkatan kasus mulai terasa sejak menjelang lebaran. Ia mengatakan kondisi tersebut juga terjadi di rumah sakit tempatnya bertugas, yakni di RS Dr. Soetomo dan RS Royal Surabaya.

Selain dua rumah sakit besar tersebut, Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) juga merasakan hal yang tak kalah parahnya. Bahkan di media sosial telah beredar surat pengumuman yang dikeluarkan oleh pihak RSUA, yang menyatakan untuk menghentikan sementara penerimaan pasien COVID-19 lantaran kapasitas sudah penuh.


Surat bernomor 134/UN3.9.1/TU/2020 juga menyatakan jika RSUA tengah kekurangan tenaga medis. Di dalamnya disebutkan bahwa kebijakan ini berlaku selama 14 hari sejak 26 Mei 2020 sembari menunggu perkembangan yang berlangsung.

Isi surat pemberitahuan tersebut memuat tentang keterbatasan kapasitas perawatan pasien COVID-19 dan penyesuaian layanan. Pada surat tersebut juga tertulis tentang penutupan sementara layanan pasien baru COVID-19.

Ketua Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat Universitas Airlangga, Suko Widodo, pun membenarkan hal itu. Dalam pers rilisnya pada Rabu (27/5), Suko memberikan klarifikasinya soal beredarnya surat tersebut.

Suko mengatakan RSUA sedang bebenah secara internal sehingga dilakukan kebijakan tersebut. "Bukan penutupan, tetapi penataan internal," jelas Suko dalam rilis pers yang diterima oleh WowKeren.

Menurutnya, RSUA harus mengantisipasi dengan kemungkinan terjadinya peningkatan pasien baru COVID-19. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penyesuaian kebutuhan mendesak agar kualitas layanan tetap terjaga.

Sementara, adanya kabar tentang tenaga kesehatan (nakes) RSUA yang positif COVID-19, Suko membenarkan telah ada serangkaian pemeriksaan kesehatan yang dilakukan pada nakes di RSUA. "Pemeriksaan itu sebetulnya rutin. Tapi karena ini banyak kasus COVID-19, nakes sekalian diperiksakan," ujar Suko.

Saat ini memang RSUA terus bebenah karena dipercaya menjadi tempat merawat pasien COVID-19. Secara rutin, manajemen RSUA juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts