Ratusan pekerja di PT Freeport Indonesia di Papua dilaporkan terkonfirmasi positif virus Corona. Bahkan dari yang dinyatakan positif tersebut sudah ada yang meninggal dunia sejak bulan Maret.
- Lailatul Maghfiroh
- Kamis, 28 Mei 2020 - 13:59 WIB
WowKeren - Hingga Selasa, (26/5) ini sudah ada sebanyak 124 pekerja PT Freeport Indonesia di Papua dilaporkan terkonfirmasi positif virus Corona. Di mana dua di antaranya telah meninggal dunia.
Bahkan dikabarkan pula seorang istri dari salah satu pekerja Freeport juga diketahui positif Corona. Kabar tersebut juga sudah dikonfirmasi dan dibenarkan oleh Juru bicara Tim Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Mimika, Reynold Ubra. Ia menerangkan bahwa sudah ada seorang pekerja Freeport yang positif corona meninggal dunia sejak Maret lalu. Menyusul kemudian satunya lagi meninggal pada bulan April.
Kini ratusan pekerja Freeport yang dinyatakan positif Covid-19 langsung menjalani karantina dan perawatan di Rumah Sakit Milik Freeport Indonesia yang berada di Tembagapura. "Kalau pasien di Mimika dirawat di beberapa rumah sakit di Timika, khusus pekerja Freeport mereka rawat sendiri karena mereka punya Rumah Sakit sendiri di Tembagapura," kata Reynold mengutip dari Detik.com, Kamis (28/5).
Selain itu, kabar soal ratusan pegawai yang positif corona tersebut juga dibenarkan oleh Manager External Affair PT Freeport Indonesia Kerry Yarangga. Ia juga menerangkan kabar baiknya bahwa sudah ada 61 orang dari 125 pekerja yang positif corona dinyatakan sembuh.
"Jadi terakhir per 26 Mei 2020 ada sebanyak 125, dari 125 kasus ada 61 orang dinyatakan sembuh, dan dari 125 ada satu kasus saat awal-awal yang merupakan ibu rumah tangga dari istri karyawan, selebihnya adalah karyawan PT Freeport dan Kontraktor," ucap Kerry.
Kendati demikian, kini pihak manajemen menerapkan social distancing, mengurangi jam kerja kepada pekerja dengan memberlakukan sif kerja sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona. Manajemen Freeport juga melakukan protokol-protokol kesehatan lainnya seperti menyediakan tempat cuci tangan di beberapa sudut di Tembagapura, Mimika, Papua.
Diketahui pula bahwa 125 orang yang positif Corona mayoritas merupakan pekerja tambang. Tingginya kasus positif Corona di area Freeport diduga karena faktor geografis di mana Tembagapura terletak di ketinggian 1,900 MDPL, serta faktor cuaca dengan seringnya curah hujan. Akibatnya, sinar matahari di Tembagapura kurang.
Sementara itu, dari banyaknya kasus corona di tempat tersebut membuat Pemerintah bersama DPRD Kabupaten Mimika, Provinsi Papua berencana mengirim surat ke Presiden Joko Widodo untuk segera menutup operasional PT Freeport Indonesia. Pasalnya hampir sebagian besar aktivitas pekerja dilakukan secara bersama-sama sehingga hal inilah yang menyebabkan penularan virus terjadi begitu cepat.
(wk/lail)