Risiko Refund Dana Haji, Jemaah Kehilangan Kesempatan Berangkat Tahun Depan
Nasional
Pro-Kontra Pembatalan Haji 2020

Para calon jemaah haji diharapkan untuk mempertimbangkan pengembalian (refund) dana haji. Pasalnya, akan ada konsekuensi yang dihadapi yaitu hilangnya kesempatan untuk berangkat haji di tahun 2021.

WowKeren - Pemerintah resmi meniadakan penyelenggaraan ibadah haji ke Makkah tahun ini karena adanya pandemi virus corona (COVID-19). Keputusan tersebut disampaikan oleh Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi.

Keputusan tersebut lantas berbuah pertanyaan soal pengembalian uang biaya perjalanan ibadah haji (Bipih). Menjawab hal ini Menag menegaskan uang Bipih bisa diminta kembali apabila memang dikehendaki oleh jemaah yang bersangkutan.


Namun, calon jemaah haji harus memikirkan matang-matang dalam melakukan pengembalian atau refund dana haji. Pasalnya, ada konsekuensi yang akan dihadapi calon jemaah haji.

Ketua Umum Ketua Umum Serikat Penyelenggara Umroh dan Haji (Sapuhi), Syam Resfiadi menerangkan jika calon jamaah melakukan refund dan haji, maka kuota calon jemaah tersebut akan hangus pada tahun depan. "Jemaah ingin batalkan diri secara total bahwa jemaah tak akan bisa berangkat tahun depan atau masuki prioritas tahun berikutnya," ujar Syam, Rabu (3/6).

Menurutnya, hal yang paling aman dilakukan oleh calon jemaah adalah membatalkan biaya pelunasan dana haji. Hal tersebut masih maklumi untuk dilakukan. "Itu bisa diatur, bahkan bisa dilangsungkan dari BPKH ke account para jemaah, tapi kami harus menerima laporan dari jemaah dengan dokumen yang lengkap," jelasnya.

Maka dari itu, Syam meminta agar calon jemaah tak me-refund dana hajinya. Sebab, selain masih bisa berangkat haji tahun depan, tak melakukan refund tersebut juga mengurangi kerugian para penyelenggara travel haji. "Kami meminta jemaah tak membatalkan tapi menunda sehingga tak ada biaya administrasi akibat pembatalan," pungkasnya.

Sementara itu, para jemaah haji justru merasa senang dengan keputusan pemerintah yang membatalkan pelaksanaan haji tahun 2020. Pasalnya, mereka merasa tidak tenang jika harus melakukan ibadah haji di tengah pandemi lantaran takut tertular virus corona.

Meski begitu, para jemaah tetap berharap agar mereka bisa menuaikan ibadah haji secepatnya begitu pandemi selesai. Mereka berharap agar bisa berangkat ke Arab Saudi pada 2021 mendatang.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts