Olahraga memakai masker selama pandemi virus corona (COVID-19) disebut berpotensi mengurangi asupan oksigen. Begini penjelasan dokter mengenai tingkat keamanannya.
- Ruth Meliana
- Jumat, 05 Juni 2020 - 17:17 WIB
WowKeren - Pandemi virus corona (COVID-19) telah membuat kehidupan manusia menjadi berubah. Masyarakat lebih lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dan harus menjalani physical distancing saat beraktivitas di luar rumah.
Selain itu, orang-orang juga harus mengikuti protokol kesehatan yang ada demi terhindar dari virus corona, seperti selalu mencuci tangan dan memakai masker. Dampaknya, hampir semua orang yang berada di luar rumah saat ini selalu mengenakan masker termasuk saat sedang berolahraga.
Hal tersebut menimbulkan pertanyaan terkait keamanan dalam memakai masker saat olahraga. Terlebih, beberapa terakhir ini telah muncul spekulasi di media sosial tentang bahaya penggunaan masker setelah ada pesepeda yang tewas, dan diketahui memakai masker.
Ketua Pusat Penelitian Kardiovaskuler Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung, Prof A Purba menjelaskan tentang penggunaan masker saat olahraga. Menurutnya, bahaya menggunakan masker saat olahraga bergantung pada kondisi tubuh masing-masing.
Jika seseorang memiliki tubuh yang sehat dan dibuktikan dari hasil tes, maka olahraga dengan menggunakan masker tidak akan berdampak buruk. Namun jika tubuh seseorang tidak sehat atau tidak mengetahui secara pasti kondisi tubuhnya, maka disarankan untuk tidak menggunakan masker saat berolahraga.
Purba lantas mencontohkan dalam olahraga lari, seseorang tentunya membutuhkan banyak oksigen. Penggunaan masker yang menutup mulut dan hidung tentunya membuat asupan oksigen ke jantung dan otak berkurang.
“Kalau berkurang oksigennya bisa cedera,” jelas Ketua Scope Medicine KONI Jabar ini. “Lebih Kalau dipaksakan, bisa terkena serangan jantung karena kekurangan oksigen.”
Penggunaan masker semakin berbahaya jika kondisi tubuh seseorang sama sekali tidak memberikan alarm. Saat merasa sehat, tahu-tahu terkena serangan jantung. Padahal, orang tersebut tidak menunjukkan gejala apa pun.
Oleh sebab itu, Purba menyarankan jika tidak berada di kerumunan atau sedang olahraga berdua dengan orang serumah, tidak perlu mengenakan masker. Selain itu, yang penting adalah jenis olahraga yang dilakukan.
Demi meningkatkan imunitas, seseorang hanyalah membutuhkan olahraga ringan dengan intensitas waktu satu jam atau lebih. Pilihan olahraganya bisa jalan kaki, jogging, bersepeda santai, renang, dan lainnya.
”Untuk kesehatan jantung dan paru cukup 20-30 menit,” saran Purba. “Tapi untuk meningkatkan imunitas harus satu jam atau lebih selama tiga kali sepekan, atau maksimal lima kali sepekan.”
“Ingatlah, kalau bukan atlet atau olahraga prestasi, lakukan olahraga berdasarkan kemampuan. Kalau mampunya 30 menit, lakukan selama 30 menit,” sambungnya. “Kalau mampunya 30 menit, lakukan selama 30 menit. Lakukan olahraga ringan. Jangan salah, olahraga berat itu menurunkan imunitas.”
(wk/lian)