Puluhan Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi terindikasi positif terinfeksi virus corona (COVID-19) setelah menjalani rapid test, begini reaksi Ketua KPK Firli Bahuri.
- Ruth Meliana
- Selasa, 09 Juni 2020 - 07:59 WIB
WowKeren - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menggelar rapid test untuk ratusan pegawainya. Hasilnya, puluhan atau sebanyak 26 pegawai KPK dinyatakan reaktif positif virus corona melalui rapid test.
Total KPK telah melakukan pemeriksaan rapid test terhadap 1.088 pegawainya. Ketua KPK Firli Bahuri langsung angkat berbicara mengenai hasil tes COVID-19 tersebut. Ia mengaku prihatin setelah banyak pegawainya terindikasi positif virus corona.
”KPK telah melakukan pemeriksaan (terhadap) sebanyak 1.088 orang,” ujar Firli Bahuri dalam keterangan tertulis, di Jakarta pada Senin (8/6). “Pimpinan KPK menyampaikan rasa turut prihatin karena ada pegawai KPK yang hasil tes COVID-19-nya reaktif.”
Selain mengaku prihatin, Firli menegaskan jika selama ini KPK telah menerapkan protokol kesehatan COVID-19 sesuai pedoman. Ia menjelaskan 26 pegawai yang mendapatkan hasil reaktif dalam rapid test akan menjalani swab test PCR demi memastikan diagnosis apakan positif terinfeksi virus corona atau tidak.
KPK sendiri telah bekerja sama dengan Puskesmas Setiabudi melakukan pemeriksaan PCR untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus. Firli mengapresiasi tindakan KPK yang langsung menggelar rapid test. Ia mengaku tidak bisa membayangkan berapa banyak pegawai KPK yang tertular virus corona bila tak segera melakukan rapid test.
Firli juga menyoroti stigma yang biasa diterima bagi penderita virus corona. Menurutnya, terkena COVID-19 bukanlah sesuatu yang memalukan. “COVID-19 bukan penyakit yang memalukan, jadi kita perlu kesadaran dan keterbukaan agar memutus rantai penularannya,” ungkap Firli.
Kini, KPK masih akan kembali menggelar rapid test terhadap para pegawainya pada hari ini, Selasa (9/6). Firli berharap dengan digelarnya rapid test sekali lagi, tidak ada pegawainya yang positif terinfeksi virus corona.
(wk/lian)