Baru Kirim Surat Resmi Pembatalan Haji 2020 ke Arab Saudi Hari ini, Apa Kata Kemenag?
Nasional
Pro-Kontra Pembatalan Haji 2020

Seperti diketahui keputusan pembatalan ibadah haji tahun 2020 telah diumumkan pada Selasa (2/6) lalu. Menag Fachrul Razi pun mengungkap isi surat resmi yang dikirim tersebut.

WowKeren - Pembatalan keberangkatan jemaah haji tahun 2020 telah diumumkan pada Selasa (2/6) lalu. Namun Kementerian Agama baru mengirim surat pemberitahuan resmi terkait pembatalan haji tersebut ke Kerajaan Arab Saudi pada hari ini, Selasa (9/6). Dalam surat yang dikirimkan itu, Menag Fachrul Razi meminta pemerintah Saudi tidak menertibkan visa haji mujamalah (undangan) maupun fudara atau mandiri untuk sementara waktu.

"Sudah dikomunikasikan oleh kedutaan, tapi surat resmi baru kami kirim hari ini," kata Fachrul dalam diskusi webinar pada Selasa (9/6) seperti dilansir dari Kumparan. "Karena kami minta di dalamnya juga untuk bantuan pemerintah Saudi untuk tidak menerbitkan visa undangan maupun visa mandiri. Tapi belum ada tanggapan."

Lebih lanjut Fachrul menyampaikan kesiapan haji tahun ini sudah diurus oleh 40 orang yang telah diutus Kemenag. Seluruh persiapan termasuk kebutuhan para jemaah haji pun telah disiapkan.

Namun uang muka untuk pembiayaan fasilitas haji memang sementara waktu tidak dapat dibayarkan berdasarkan permintaan pemerintah Saudi. Alasannya adalah sembari melihat perkembangan pandemi virus Corona (Covid-19).


"Tim kami ada di Saudi sampai dengan tanggal 6 Mei lalu. Ada sekitar 40 orang untuk persiapkan semua mulai dari akomodasi, transportasi darat, masalah makan dan sebagainya. Semua sudah siap tapi tentu uang muka belum dibayarkan," jelas Fachrul.

"Dan tentu juga pemerintah Saudi juga memberikan arahan yang sama, jangan ada uang muka dulu dibayarkan," sambungnya. "Melakukan persiapan boleh, tapi jangan ada dulu pembayaran uang muka. Pemerintah Saudi pun telah mempertimbangkan bahwa mungkin saja tidak jadi begitu."

Indonesia memang butuh waktu persiapan yang tidak mepet untuk pembatalan haji tahun 2020. Namun di sisi lain Arab Saudi nyatanya belum mempersiapkan pelaksanan haji 2020.

"Kalau kami lihat indikasi di lapangan ya kami minta teman teman di sana cek ke Arafah dan Mina, dan memang tak ada tanda-tanda signifikan seperti membangun ribuan tenda," tutur Fachrul. "Ndak ada persiapan signifikan tersebut. Jadi dugaan kami sangat besar kemungkinan nanti tidak diselenggarakan, tapi yang tahu Tuhanlah itu nanti."

(wk/tria)

You can share this post!

Related Posts