Pemerintah Indonesia membeberkan dua industri yang membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun untuk bangkit dari pandemi virus corona (COVID-19). Apa saja?
- Ruth Meliana
- Rabu, 10 Juni 2020 - 11:01 WIB
WowKeren - Pemerintah Indonesia menyampaikan jika ada dua industri yang akan kesulitan bangkit dari pandemi virus corona (COVID-19). Keduanya dinilai membutuhkan waktu setidaknya hingga dua tahun untuk bisa pulih seperti sediakala lagi.
Tim Asistensi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Raden Pardede menyampaikan kedua industri ini adalah penerbangan dan perhotelan. Ia lantas menjelaskan mengapa dua industri ini menjadi sektor yang terdampak pandemi COVID-19 terparah.
Raden menjelaskan jika industri penerbangan akan bangkit secara perlahan akibat adanya kebijakan pemerintah dalam sektor transportasi. Hal ini dilihat dari kebijakan pembatasan jumlah penumpang yang membuat pendapatan maskapai terus menurun.
Selain itu, masyarakat juga perlu memenuhi berbagai syarat maupun protokol kesehatan yang ketat jika ingin melakukan perjalanan. Situasi ini dapat membuat masyarakat harus berpikir dua kali untuk melakukan perjalanan dengan pesawat maupun saat berwisata.
“Di industri airline tentu mungkin tidak langsung penuh satu pesawat akan berkurang dengan jarak-jarak yang dibuat,” jelas Raden dalam video conference, Selasa (9/6). “Jadi dugaan saya ini khusus untuk industri yang berkaitan dengan pariwisata atau hospitality itu akan lebih panjang.”
Terlepas dari hal tersebut, Raden juga membeberkan sejumlah sektor yang akan mencatatkan pertumbuhan ekonomi semasa pandemi. Salah satunya adalah industri kesehatan di Tanah Air.
Raden menjelaskan jika pertumbuhan ekonomi dalam sektor kesehatan Indonesia terjadi akibat pandemi. Kondisi saat ini juga membuat masyarakat Indonesia tidak bisa lagi mengandalkan untuk mengakses kesehatan maupun pengobatan di luar negeri.
”Industri kesehatan ini kelihatannya kita harus mengandalkan diri sendiri,” terang Raden. “Kita enggak bisa sekarang punya uang pun saya ya tidak akan bisa diterima pergi ke Singapura atau ke Malaysia oleh karena itu ini kesempatan untuk menjadi andalan kita karena kita harus mengembangkan ini, industri kesehatan ini menjadi besar-besaran untuk kita bisa membangun.”
Selain itu, industri farmasi dan alat kesehatan juga menjadi andalan pemerintah di era new normal. Kebutuhan masyarakat akan alat kesehatan seperti masker hingga hand sanitizer di tengah pandemi ini telah membuat ekonomi di sektor ini terus bertumbuh. Bahkan, peningkatan belanja rumah tangga untuk alat kesehatan diprediksi meningkat hingga Rp1 triliun.
Terakhir, industri online juga tercatat akan terus mengalami peningkatan ekonomi. Hal ini terjadi lantaran pola konsumsi masyarakat telah bergeser dari offline ke online di tengah pandemi virus corona.
”Industri ini harus kita kembangkan, pemerintah harus mendukung ini jadi penjualan lewat online,” kata Raden. “Untuk industri UMKM kita menjadi penting sekali kemampuan mereka masuk di dalam penjualan online, juga transaksi menjadi online ini menjadi penting sekali. Kita lihat the new normal ini melahirkan industri-industri yang beradaptasi dengan situasi yang baru.”
(wk/lian)