Lidya Pratiwi membuat heboh lewat kabar kebebasannya hingga isu ganti nama dan pindah agama. Pengacara Lidya pun mencoba menanggapi kabar-kabar tersebut dengan ucapan bijak.
- Amelia Nur Fatimah
- Rabu, 10 Juni 2020 - 14:46 WIB
WowKeren - Baru-baru ini, nama Lidya Pratiwi kembali hangat diperbincangkan setelah kabar kebebasannya menyebar luas. Kabar lain seputar kehidupa Lidya pun juga ikut terkuak ke permukaan. Salah satunya kabar mengenai ganti nama menjadi Maria Eleanor hingga keyakinan Lidya Pratiwi pun jadi sorotan.
Diketahui bahwa saat mendekam di Lapas Pondok Bambu, Lidya dikabarkan telah menjadi mualaf. Akan tetapi, karena pergantian nama itu banyak yang mempertanyakan soal keyakinan bintang sinetron"Ande-ande Lumut" itu. Dilansir dari Detik.com, pengacara yang mendampingi Lidya dalam kasus pembunuhan dan perampokan Naek Gonggom, Firman Wijaya, tak bisa banyak memberikan penjelasan.
Firman mengakui tak tahu menahu soal kepindahan agama kliennya itu. Akan tetapi, Firman pun memberikan pesan bijak agar masyarakat tak memberikan stigma negatif kepada Lidya atau pun mantan narapidana lain. Karena hal tersebut bisa menjadi beban psikologi tersendiri bagi orang yang bersangkutan.
"Saya rasa setiap orang punya tekanan sosial atau beban sosial yang harus ditanggung. Tetapi stigma dan labelisasi pasti membebani," tutur Firman saat dihubungi pada Rabu (10/6). "Semua sangat tergantung kepada bagaimana seseorang bisa menerima kenyataan ini. Semoga Lidya mengambil pilihan yang baik dalam menjalani hidup selanjutnya."
Seperti yang diketahui, Lidya Pratiwi terlibat kasus hukum pembunuhan dan perampokan saat usianya masih 19 tahun. Kini, setelah dinyatakan bebas bersyarat sejak 29 April 2013 dan bebas murni pada 24 November 2018, Lidya Pratiwi ternyata sudah mengganti namanya menjadi Maria Eleanor.
Pergantian nama itu pun mengundang pertanyaan soal keyakinan Lidya hingga menimbulkan berbagai dugaan negatif. Tapi Firman pun mengemukakan pendapat yang berbeda. Selama mendampingi Lidya, Firman mengaku tak pernah ikut campur dalam kehidupan pribadi sang aktris.
"Iya. Semua tergantung pada keyakinan hidup Lidya. Saya tidak bisa memotret sisi kehidupan dia selama di penjara," pungkas Firman. "Masyarakat saya katakan tragedi ini tidak boleh terulang lagi. Karena akan memberikan beban sosial yang berat terutama dalam hubungan keluarga."
(wk/amel)