Kasus Corona DKI Pecah Rekor di Masa PSBB Transisi, Anies Baswedan Bilang Begini
Nasional

Pada Selasa (9/6) lalu, Jakarta mencatat adanya tambahan 239 kasus COVID-19 dalam sehari. Angka tambahan kasus tersebut merupakan rekor baru sejak munculnya kasus corona pertama di Ibu Kota, pada 3 Maret 2020 lalu.

WowKeren - Kasus positif COVID-19 di DKI Jakarta mencapai rekor tertinggi di tengah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi. Pada Selasa (9/6) lalu, Jakarta mencatat adanya tambahan 239 kasus COVID-19 dalam sehari.

Angka tambahan kasus tersebut merupakan rekor baru sejak munculnya kasus corona pertama di Ibu Kota, pada 3 Maret 2020 lalu. Sebelumnya, rekor tambahan kasus corona tertinggi dalam sehari terjadi pada 16 April 2020, yakni 223 pasien positif.

Gubernur DKI Anies Baswedan lantas mendapat banyak kritik terkait hal ini. Namun, Anies menyebut bahwa lonjakan kasus positif COVID-19 di Ibu Kota saat ini adalah hasil tes pada 2 pekan lalu.

"Ada satu catatan bahwa ahli epidemiologi sering cerita kalau angka hari ini merupakan peristiwa dua minggu lalu," jelas Anies pada Kamis (11/6) hari ini. "Untuk angka hari ini, kita bisa cek pada 10 hari yang akan datang."


Menurut Anies, jumlah kasus COVID-19 yang naik secara signifikan pada masa PSBB transisi ini disebabkan oleh adanya peningkatan pencarian kasus baru. Anies juga mengaku telah menginstruksikan pihak Puskesmas untuk mencari orang bergejala corona.

"Jumlah itu meningkat karena kita melakukan namanya active case finding," ungkap Anies. "Jadi tanggal 4 Juni kita memerintahkan kepada seluruh puskesmas untuk secara aktif melakukan tracing, mengidentifikasi orang-orang yang berpotensi terpapar, lalu setelah mereka diidentifikasi, dilakukan tes PCR."

Lebih lanjut, Anies menjelaskan bahwa seiring dengan pelonggaran PSBB maka pengetesan COVID-19 juga harus ditingkatkan. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) tersebut tidak menampik jika jumlah kasus COVID-19 di Ibu Kota nantinya akan terus meningkat.

"Jadi kita, ini rumusnya, kalau sebuah tempat melakukan pelonggaran, harus meningkatkan testing, harus. Kalau dia tidak melakukan testing, berbahaya untuk warga," tegas Anies. "Makin ditingkatkan (tesnya) apalagi kita memiliki kemampuan testing sampai 4.000 per kapasitas testing-nya."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait