Ongkos Terbang Kian Mahal, Lion Air Usul Biaya Rapid Test Rp 50 Ribu
Nasional

Adanya syarat bagi calon penumpang untuk menyertakan dokumen keterangan sehat berupa hasil rapid test maupun tes PCR juga dikeluhkan oleh pihak maskapai.

WowKeren - Adanya persyaratan untuk membawa hasil tes COVID-19, baik itu rapid test maupun PCR membuat biaya penerbangan kian mahal. Untuk rapid test saja calon penumpang harus mengeluarkan biaya tambahan sebesar Rp 300 hingga Rp 400 ribu sedangkan untuk PCR bisa mencapai Rp 2,5 hingga 3 juta.

Hal ini pun rupanya menjadi keluhan bagi bisnis penerbangan. Presiden Direktur Lion Air Group, Edward Sirait mengungkap persoalan terkait simpang siur kewajiban rapid test, PCR, dan surat keterangan bebas COVID-19.

"Misalkan di daerah, tidak semua tersedia PCR, tetapi mereka membawa surat keterangan sehat dari Puskesmas atau dari rumah sakit," kata Edward dilansir CNBC Indonesia, Jumat (12/6). "Tetapi ada bandara juga yang masih ngotot meminta rapid test."

Sementara itu, dalam aturan terbaru pemerintah dijelaskan, jika tes kesehatan yang digunakan rapid test, maka masa berlaku adalah 3 hari, sedangkan PCR maka masa berlakunya 7 hari. Jika daerah asal calon penumpang tidak memungkinkan untuk melakukan keduanya maka harus mendapatkan surat keterangan bebas gejala seperti influenza (influenza-like illness) dari dokter rumah sakit/Puskesmas.


"Nah sekarang Perhubungan kan sudah mengatakan nggak perlu PCR, rapid test cukup, ini menurut saya sebenarnya yang harus dipikirkan untuk mempercepat normalnya itu bagaimana harga rapid test ini menjadi lebih murah," urainya.

Ia mengusulkan agar ada harga penyesuaian pada rapid test. Menurutnya, akan lebih baik jika harga rapid test ditekan semurah mungkin. Hal itu selain memudahkan penumpang juga akan membuat bisnis cepat berputar.

"Agar para pelaku bisnis, para pekerja ini cepat berputar, cepat melakukan perjalanan, menggairahkan angkutan udara," lanjutnya. "Dan tentunya harapan kita akan menggairahkan ekonomi."

Menurutnya, akan lebih baik jika biaya rapid test hanya berkisar Rp 50 ribu sampai Rp 60 ribu saja. "Kalau bisa misalkan Rp 50 ribu atau Rp 60 ribu saya pikir gairah orang untuk terbang akan lebih cepat. Karena beban mereka, dan kemudahannya juga dipikirkan untuk bisa rapid testnya mereka lakukan lebih murah," jelasnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts