Tidak sedikit orang yang telah terinfeksi namun tidak menunjukkan gejala terpapar COVID-19 sehingga menjaga jarak tetap perlu dilakukan demi meminimalisir penularan virus ini.
- Zodiak Yanuarita
- Sabtu, 13 Juni 2020 - 09:01 WIB
WowKeren - Imbauan untuk menjaga jarak terus digaungkan demi menekan penularan virus corona (COVID-19). Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro mengatakan jika jarak physical distancing yang aman antara 1 sampai 2 meter.
Jika kriteria ini dipenuhi maka menjaga jarak mampu menekan risiko penularan COVID-19 yang cukup tinggi. "Menjaga jarak yang aman adalah satu sampai dua meter. Itu mampu menurunkan risiko tertular COVID-19 hingga lebih dari 50 persen,” kata Reisa saat konferensi pers, Jumat (12/6).
Virus corona bisa menular melalui percikan atau droplet orang yang terinfeksi. Bukan hanya saat bersin dan batuk namun bahkan saat berbicara. Dengan menjaga jarak, bisa terhindar dari droplet tersebut.
"Kalau kita tidak menjaga jarak sesuai protokol yang disarankan yakni minimal satu sampai dua meter dari orang lain, kita bisa saja terkena percikan tersebut," jelasnya menambahkan. "Yang tentunya tidak ada yang sengaja tapi kemudian bisa menularkan COVID-19."
Perilaku menjaga jarak yang bisa dilakukan adalah dengan menghindari untuk berjabat tangan dan berpelukan. Ia mengingatkan jika banyak orang yang telah terinfeksi namun tanpa menunjukkan gejala.
Sebelumnya, Juru Bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan jika sebanyak 80 persen kasus positif corona di Indonesia ditemukan pada OTG atau orang tanpa gejala. Orang yang kelihatannya sehat dari luar ini justru bisa menularkan virus pada mereka yang masih rentan.
"Kita tidak akan pernah tahu siapa orang di luar yang membawa virus ini," kata Yuri, Minggu (7/6). "Karena, dari catatan data, kita bisa melihat bahwa 80 persen mungkin kita menemukan kasus positif pada orang-orang yang tanpa gejala sama sekali."
Oleh sebab itu, ia mengimbau agar menjaga jarak maupun memakai masker dijadikan sebagai kebiasaan sehari-hari masyarakat. "Oleh karena itu, menjaga jarak, menggunakan masker, dan rajin mencuci tangan haruslah menjadi norma baru yang mewarnai kehidupan sehari-hari," kata dia.
(wk/zodi)