Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengizinkan untuk membuka kembali pariwisata. Sebagai tahap awal, hanya akan dibuka wisata outdoor (luar ruangan) dan siang hari.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 17 Juni 2020 - 11:20 WIB
WowKeren - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah mengizinkan sektor wisata untuk dibuka kembali. Salah satunya kawasan Puncak yang tanpa menunggu waktu lama telah dipadati wisatawan.
RK pun buka suara mengenai hal ini. Orang nomor satu di Jabar tersebut mengimbau agar warga Jakarta tidak lebih dulu berlibur ke Puncak. Ia menegaskan bahwa tahap awal dibukanya kawasan wisata ini adalah untuk warga lokal Jawa Barat.
"Kita akan mengetes daerah Puncak. Saya imbau warga Jakarta jangan dulu ke Puncak, karena kita amati pergerakan lalin banyak mobil pelat Jakarta," kata pria yang akrab disapa Emil di Mapolda Jabar, Selasa (16/6). "Kami sedang memastikan agar pentahapan pariwisata ini dimulai dari warga lokal dulu, belum warga di luar Jabar."
Oleh sebab itu untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan di kawasan Puncak, RK telah menggandeng jajaran Polda. "Jadi, mohon maaf kami akan melakukan random sampling terhadap orang-orang yang weekend akan datang ke daerah Puncak di Bogor. Akan dikoordinasikan dengan Polda," ujar Emil.
Selain di kawasan wisata, peningkatan aktivitas masyarakat juga terjadi di stasiun KRL. Hal ini tak lepas dari adanya kebijakan pemerintah yang telah memberikan pelonggaran pada sektor transportasi.
Oleh sebab itu, pihaknya juga akan melakukan pengawasan di sana. "Jadi random sampling ini di pasar, di daerah pariwisata khususnya Puncak dan di stasiun KRL yang menjadi commuter antara Bogor-Jakarta, Depok-Jakarta, dan Bekasi-Jakarta," lanjut RK.
Diketahui, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah membuka wisata secara bertahap. Hal itu dimulai dengan destinasi wisata outdoor yang dibuka pada siang hari. Sedangkan untuk pembukaan wisata indoor dan malam hari akan menyusul.
"Jadi hiburan malam dan sifatnya pariwisata malam tidak kita rekomendasi dulu," kata RK, Jumat (12/6). "Walaupun diskresi ada di kota/kabupaten tapi dari gugus tugas provinsi menyimpulkan pariwisata bertahapnya adalah outdoor dan siang, bukan outdoor malam, dan hindari yang indoor."
(wk/zodi)