BSSN Ikut Turun Tangan Tangani Lonjakan Tagihan Listrik, Tanda Sistem PLN Bermasalah?
Getty Images
Nasional

Banyak masyarakat yang mengeluhkan perihal melonjaknya tagihan listrik mereka selama pandemi virus Corona. Pemerintah pun berusaha mencari titik temu termasuk mencari 'kesalahan' dari sistem PLN.

WowKeren - Pandemi virus Corona jelas membuat sektor perekonomian masyarakat ikut terhambat. Dan di tengah situasi tersebut, warga justru mendapati tagihan listrik mereka mengalami kenaikan yang luar biasa, bahkan ada yang sampai berkali-kali lipat.

Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi pun membuka layanan aduan untuk menampung komplain tersebut. Dan sebagai tindak lanjutnya, rupanya pemerintah berniat untuk menggandeng badan yang tak terduga, yakni Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN).

Disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Purbaya Yudhi Sadewa, BSSN dilibatkan untuk memeriksa sistem di PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Lebih tepatnya untuk memastikan keamanan dan konsistensi sistem valuasi tagihan di perusahaan tersebut.

Selain itu, aduan dari masyarakat juga akan ditindaklanjuti dengan survei langsung di lapangan. Yudhi menyebut berencana menurunkan tim untuk mengambil data secara langsung dari pelanggan yang mengadu pada mereka untuk dijadikan sampel masalah sistem PLN.


"Tim juga berencana untuk melakukan survei lapangan langsung ke rumah pelanggan yang melakukan pengaduan," kata Yudhi dalam rapat koordinasi bersama Kementerian ESDM dan PLN, seperti dilansir Antara. "Dan menjadi sampel."

Di sisi lain, pada rapat yang sama, pihak Kementerian ESDM juga memberikan klarifikasi mereka atas lonjakan tagihan listrik yang terjadi. Menurut ESDM, kenaikan yang terjadi merupakan dampak dari penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sehingga petugas tidak bisa turun langsung ke lapangan dan mencatat meteran.

Hal ini turut diamini oleh Executive Vice President Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan PLN, Edison Sipahutar. Edison menegaskan pihaknya tak pernah menaikkan iuran listrik. Selain itu, PLN pun "menyalahkan" rutinitas baru work from home yang meningkatkan pemakaian listrik.

"Dengan adanya PSBB membuat aktivitas di rumah menjadi lebih tinggi baik sekolah yang dilakukan melalui online maupun aktivitas kantor yang juga dilakukan dari rumah atau work from home," ujar Edison, seperti dilansir dari Kontan Industri. "Sehingga hal tersebut mengakibatkan kenaikan pemakaian listrik."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait