Hal-Hal Ini Yang Bikin Indonesia Disebut Akan Jadi Hotspot Corona Dunia Berikutnya
Nasional

Media Australia The Sydney Morning Herald menyebut Indonesia sebagai negara yang berpotensi menjadi hotspot atau pusat virus corona dunia.

WowKeren - Kasus positif COVID-19 di Indonesia masih terus bertambah setiap harinya. Hingga Senin (22/6) kemarin, jumlah kasus COVID-19 di Indonesia telah mencapai 46.845 dengan 18.735 pasien sembuh dan 2.500 pasien meninggal.

Kondisi di Indonesia ini berbeda dengan sejumlah negara-negara lain di Asia Tenggara yang telah berhasil mengendalikan pandemi corona. Vietnam dan Laos bahkan sukses menangani corona dengan nihil kematian.

Media Australia The Sydney Morning Herald menyebut Indonesia sebagai negara yang berpotensi menjadi hotspot atau pusat virus corona dunia. Artikel bertajuk "The world's next coronavirus hotspot is emerging next door" tersebut mengulas sejumlah hal yang membuat Indonesia berpotensi menjadi hotspot corona. Yang pertama adalah rata-rata tambahan kasus COVID-19 harian di Indonesia yang belakangan ini telah berada di angka 1.000.

"Para ahli epidemiologi khawatir jumlah kasus (COVID-19 di Indonesia dapat melewati 60.000 pada 2 pekan ke depan," demikian kutipan artikel tersebut, dilansir pada Selasa (23/6). "Yang jauh lebih memprihatinkan adalah tingkat pengujian yang sangat rendah dan tingkat kematian yang tinggi."

Kemudian, jumlah tes COVID-19 di Indonesia dinilai masih sangat rendah. Mengingat populasi Indonesia merupakan tertinggi keempat di dunia. "Negara dengan warga hampir 270 juta orang, hanya bisa melakukan tes terhadap 10 ribu orang per hari baru-baru ini. Jumlah (tes COVID-19 harian di Indonesia) tersebut bisa disamakan dengan negara bagian New South Wales (7,5 juta orang) dan Victoria (6,3 juta orang)," lanjut artikel tersebut.


Selain itu, artikel tersebut juga menyoroti pelonggaran pembatasan wilayah di Indonesia. Padahal, tren kasus COVID-19 di Indonesia masih menunjukkan peningkatan.

"Transportasi umum, penerbangan, pusat perbelanjaan, gereja dan masjid semuanya mulai dibuka kembali di kota- kota termasuk di Ibu Kota (DKI Jakarta)," tulis artikel tersebut. "Setidaknya tingkat infeksi tampaknya mulai melambat."

Kebutuhan ekonomi untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata dinilai mendorong pelonggaran pembatasan di Indonesia. Selain itu, hal ini juga dinilai telah mendorong perekonomian untuk dibuka kembali.

Respons pemerintah Indonesia terhadap pandemi corona juga dinilai buruk. Artikel ini menyinggung soal Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang sempat menyebut bahwa kekuatan doa akan melindungi Indonesia dari corona. Selain itu, Presiden Joko Widodo juga disebut telah mengakui bahwa informasi COVID-19 sempat dirahasiakan dari publik untuk menghindari kepanikan.

"Pemerintah (Indonesia) kini memiliki 2 pilihan: mengambil langkah-langkah yang jauh lebih kuat untuk menghentikan penyebaran penyakit, termasuk meningkatkan pengujian dan kembali menerapkan lockdown," lanjut artikel tersebut. "Atau terus bertabrakan dengan mengorbankan nyawa."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait