Tren pengambilan paksa jenazah corona ini lantas mendapat perhatian dari Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo. Kala berkunjung ke Jatim, Doni menyingungg soal klaster jemput paksa jenazah.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 27 Juni 2020 - 16:56 WIB
WowKeren - Kasus penjemputan paksa jenazah COVID-19 bisa dibilang cukup sering terjadi di Indonesia. Yang terbaru, warga Ambon, Maluku, mengambil jenazah pasien COVID-19 dari ambulans pada Jumat (26/6) kemarin.
Tren pengambilan paksa jenazah corona ini lantas mendapat perhatian dari Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo. Kala berkunjung ke Jawa Timur, Doni menyinggung soal klaster jemput paksa jenazah COVID-19.
Menurut Doni, Gugus Tugas harus segera melakukan tindakan antisipasi supaya penularan akibat penjemputan paksa jenazah COVID-19 tak semakin meluas di Jawa Timur. Jurus Doni untuk menghadapi kasus-kasus semacam ini adalah pendekatan kepada keluarga pasien.
Nantinya, pihak keluarga pasien COVID-19 akan diberikan sejumlah pengertian sehingga penjemputan paksa jenazah tak terjadi lagi. Tak menutup kemungkinan jika pendekatan ini juga akan diterapkan di wilayah-wilayah yang kerap kali menjemput paksa jenazah positif COVID-19.
"Ini harus segera ada langkah untuk memutus mata rantai Covid-19 berikutnya," terang Doni dilansir CNN Indonesia pada Sabtu (27/6) hari ini. "Sehingga mereka tidak gegabah untuk mengambil alih jenazah yang dampaknya akan timbul kasus baru."
Sementara itu, kasus penjemputan paksa jenazah COVID-19 terjadi lagi kemarin, kali ini di Ambon. Jenazah tersebut diketahui hendak diantar ke taman pemakaman khusus Corona di Desa Hunut, Rumah Tiga, Kota Ambon. Kala ambulans menuju ke tempat pemakaman, warga mencegatnya di Jalan Jendral Sudirman, Desa Batu Merah, Ambon.
Jenazah atas nama Hasan Keiya tersebut langsung diambil warga dan dibawa ke kediamannya. Mendiang Hasan sendiri merupakan seorang mantan anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah yang menderita sakit tumor.
Sempat menjalani pengobatan di RSUD Haulussy Ambon, Hasan dinyatakan positif terjangkit COVID-19 setelah meninggal dunia. Namun pihak keluarga tidak percaya Hasan terinfeksi COVID-19. Jenazah Hasan pun akhirnya dimandikan, dikafani, dan diperlakukan seperti tidak terinfeksi COVID-19
Sebelumnya, penjemputan paksa jenazah COVID-19 juga sempat di Surabaya, Jawa Timur. Sejumlah driver ojol nekat memakamkan kawan seprofesi mereka yang telah dinyatakan positif COVID-19.
(wk/Bert)