Usai Dijual ke Dark Web, Kini 91 Juta Data Pengguna Tokopedia Tersebar di Medsos
Nasional

Sebanyak 91 juta data pengguna Tokopedia dilaporkan dijual ke dark web pada awal Mei 2020 lalu. Kini data-data tersebut dikabarkan tersebar luas di media sosial dan bisa diunduh oleh siapapun.

WowKeren - Pada awal Mei 2020 kemarin Indonesia dibuat geger dengan berita bocornya data pengguna aplikasi e-commerce Tokopedia. Kala itu seorang warganet di Twitter menyebut sebanyak 91 juta data pengguna Tokopedia dijual seharga USD 5 ribu atau setara Rp 75 juta di dark web.

Masalah itu masih menjadi simpang siur. Dan kini, di tengah kasus yang belum rampung, beredar kabar bahwa 91 juta data pengguna ini tersebar di media sosial.

Adalah Lembaga Riset Siber Indonesia CISSRec yang melaporkan informasi ini. Ditelusuri lebih lanjut, link untuk mengunduh data tersebut berasal dari salah satu akun bernama @Cellibis di forum ReidForum.

Chairman CISSRec, Pratama Persadha menyebut data-data itu bisa diunduh secara gratis. Hanya saja pengunduhannya pun tak bisa sembarangan, yakni harus menggunakan IP Amerika Serikat karena tersimpan di server negara tersebut.

Pratama menyebut hingga Minggu (5/7) kemarin sudah ada 58 pengguna internet yang mengunduh data yang semestinya rahasia tersebut. Dan sedianya link itu pun baru akan kedaluwarsa dalam 5 hari ke depan atau sekitar hari Jumat (10/7) besok.


"Tokopedia jelas harus bertanggung jawab," tegas Pratama, seperti dilansir dari CNBC Indonesia, Senin (6/7). "Karena data pengguna yang mereka kelola bocor dan pasti akan banyak pihak yang menggunakan untuk tindak kejahatan."

Perihal beredarnya data pengguna di medsos ini pun juga mendapat tanggapan dari Tokopedia. Aplikasi e-commerce yang didominasi warna hijau itu pun menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan langkah antisipatif dan informasi pribadi pengguna masih aman.

"Kami ingin menegaskan bahwa ini bukanlah upaya pencurian data baru," jelas VP of Corporate Communication, Nuraini Razak. "Dan informasi password pengguna Tokopedia tetap aman terlindungi di balik enkripsi."

Nuraini menegaskan pihak Tokopedia juga sudah berkoordinasi dengan para pengguna, secara berkala dan transparan, terkait pencurian data ini. Selain itu Tokopedia juga sudah berkoordinasi dengan semua pihak terkait, seperti aparat berwenang dan pemerintah, serta menanganinya sesuai standar internasional.

"Kami telah melaporkan hal ini ke pihak kepolisian," tutur Nuraini. "Kami juga telah mengarahkan pengguna kami atas langkah-langkah lebih lanjut yang harus mereka ambil untuk memastikan perlindungan data pribadi mereka."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait