Sekolah Militer Kembali 'Panen', 99 Orang Pusdikpom Cimahi Dikonfirmasi Positif Corona
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom) TNI AD Kota Cimahi, Jawa Barat mengonfirmasi 99 personelnya positif terjangkit COVID-19. Temuan ini menambah panjang ledakan kasus di lingkup militer.

WowKeren - Jawa Barat saat ini tengah menghadapi ledakan kasus positif COVID-19 dari 2 klaster besar. Yang pertama adalah dari Pabrik Unilever di Bekasi, sedangkan yang kedua dari Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI AD di Bandung.

Bahkan klaster yang kedua itu dikonfirmasi menyebabkan 1.262 orang positif mengidap penyakit pernapasan tersebut. Dan kekinian, kembali sekolah militer mencatatkan lonjakan besar kasus positif, yakni dari Pusat Pendidikan Polisi Militer Kota Cimahi.

Informasi ini dibenarkan oleh Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna. Ajay mengonfirmasi sebanyak 99 personel TNI AD di lingkungan Pusdikpom Kodiklat AD positif terjangkit COVID-19. Rinciannya adalah siswa 74 personel dan organik 25 personel. Ke-99 pasien ini dinyatakan sebagai orang tanpa gejala (OTG).

"Betul, kita terima informasi ada personel TNI di Pusdikpom yang positif COVID-19," ujar Ajay, Jumat (10/7). "Jumlahnya sekitar 99 orang, tapi nanti akan kita pastikan lagi jumlahnya."

Demi mengantisipasi penularan lebih luas, Ajay pun menginstruksikan Dinas Kesehatan Kota Cimahi untuk melakukan tracing sumber penularan awal. Selain itu Dinkes Kota Cimahi juga diperintahkan untuk berkoordinasi dengan Komandan Pusdikpom terkait pelaksanaan swab test lanjutan.


"Sekarang Dinkes Cimahi sedang tracing dan berkoordinasi dengan Danpusdikpom," jelas Ajay, seperti dilansir dari Detik News. "Awalnya itu dari hasil swab test Jumat (3/7) minggu lalu, ternyata hasilnya mengejutkan."

Kendati demikian Ajay tak merinci alasan di balik pengadaan swab test pada pekan lalu. Hanya saja ia menekankan saat ini semua personel TNI yang positif terjangkit COVID-19 sudah melakukan isolasi mandiri di lingkungan Pusdikpom. Tak hanya itu, semua pintu masuk yang berbatasan dengan lingkungan perumahan warga ditutup.

"Mereka melakukan karantina sendiri di lingkungannya. Informasinya semua pintu masuk ditutup dan digembok, jadi tidak ada yang keluar masuk," pungkas Ajay.

Sebelumnya ledakan kasus positif COVID-19 di lingkungan Secapa TNI AD Bandung sudah sangat menyita perhatian masyarakat luas. Awalnya "hanya" ratusan orang yang dinyatakan positif, kemudian tes diperluas dan belakangan terungkap ada 1.262 orang yang terjangkit COVID-19.

Seperti lingkup Pusdikpom Kota Cimahi, Secapa TNI AD Bandung juga melakukan karantina wilayah demi menghentikan rantai penyebaran wabah Corona. Selain itu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga berencana menggelar swab test masif di asrama pendidikan.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts