Infeksi 1.262 Orang, Begini Awal Mula Wabah Corona Meneror Secapa TNI AD Bandung
https://tniad.mil.id/
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Klaster COVID-19 di Secapa TNI AD Bandung, Jawa Barat dikonfirmasi menginfeksi lebih dari seribu orang. Komandan Secapa AD pun membeberkan dugaan awal mula kasus ini berkembang.

WowKeren - Pada Kamis (9/7) kemarin Indonesia mencatatkan lonjakan besar kasus positif COVID-19 harian. Dan Jawa Barat menjadi "penyumbang" terbesar kasus positif ini dengan mencapai 962 orang.

Belakangan terungkap Jabar mencatatkan lonjakan besar kasus COVID-19 akibat munculnya klaster baru yakni di Sekolah Calon Perwira TNI AD di Bandung. Klaster ini bahkan dikonfirmasi sudah menginfeksi sampai 1.262 orang.

Tentu menjadi pertanyaan besar, bagaimana bisa sampai ribuan orang terjangkit COVID-19 tanpa terdeteksi. Disampaikan oleh Kakesdam III/Siliwangi, Kolonel Ckm Purwo Setyanto, mayoritas pasien COVID-19 yang teridentifikasi di Secapa merupakan orang tanpa gejala (OTG).

Komandan Secapa AD, Brigjen TNI Ignatius Yogo Triyono menduga ribuan kasus ini bermula dari beberapa siswa sekolah yang mengikuti program pesiar di wilayah Bandung. Mereka menjalani program ini sekitar 21 Juni 2020 alias sepekan sebelum dinyatakan reaktif COVID-19.

"Kenapa bisa terpapar? Karena mereka tinggal di barak bersama siswa lainnya. Sekali pun pakai masker, pasti tidak 24 jam memakainya," jelas Yogo, menggambarkan bagaimana situasi pesiar kepada media IDN Times, Jumat (10/7).


"Di barak itu praktis tidurnya agak berdekatan, kemudian yang sangat memungkinkan mandinya dalam satu bak panjang bersama-sama," imbuh Yogo. "Dengan situasi kehidupan barak, itu sangat mudah untuk langsung terpapar (COVID-19)."

Lalu pada 28 Juni 2020, dua siswa Secapa menghadap dokter di klinik setempat. Salah seorang siswa mengeluhkan perihal bisul, sementara yang lain merasakan lemas di bagian tangan kiri.

Mereka pun kemudian dirujuk ke RS Dustira, Cimahi, lantaran siswa yang mengalami bisul harus menjalani prosedur operasi di sana. Dan karena operasi digelar saat pandemi, maka calon pasien wajib mengikuti rapid test, dan di sanalah terungkap keduanya reaktif COVID-19.

Dan dari sinilah kemudian dilakukan swab test, tak hanya kepada siswa tetapi ke seluruh orang di kompleks tersebut. Sebab dari hasil rapid test ada ratusan siswa Secapa yang reaktif.

"Saya lapor dan minta izin langsung kepada Kasad lewat video conference, dan KSAD memutuskan untuk dilakukan tes PCR massal pada semua pihak yang ada di lingkungan Secapa AD. (Swab test) dilakukan antara tanggal 2-3 Juli 2020," kata Yogo. "KSAD mengatakan, ini bukan aib karena itu dibuka saja (informasinya) secara transparan supaya kita mudah melakukan penelusuran jejak."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts