Penelitian vaksin ini dipimpin oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman. Selain itu, ada tiga kementerian lain yang juga terlibat dalam proyek pengembangan vaksin Merah Putih.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 15 Juli 2020 - 15:09 WIB
WowKeren - Sejumlah negara di dunia telah berlomba-lomba mengembangkan vaksin untuk mengatasi COVID-19. Tak terkecuali Indonesia.
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan jika saat ini pemerintah tengah mengembangkan vaksin untuk melawan virus corona, yang diberi nama Merah Putih.
Penelitian vaksin ini dipimpin oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman. Meski demikian, ada tiga kementerian lain yang juga terlibat dalam proyek pengembangan vaksin ini. Hal itu disampaikan Bambang dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (14/7).
"Kemenristek, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian BUMN bekerja sama mengembangkan vaksin," kata Bambang. "Nah kami ingin fokus mengembangkan vaksin di Indonesia, kami menyebutnya Vaksin Merah Putih untuk COVID-19."
Ia kemudian menjelaskan perihal vaksin ini. Vaksin Merah Putih dibuat dengan menggunakan pendekatan protein rekombinan. Per Jumat (10/7), Eijkman telah berhasil mengamplifikasi gen penyandi protein spike dengan nucleocapsid dari SARS-CoV-2 isolat Indonesia.
Saat ini, progres pengembangan vaksin tersebut memasuki tahap persiapan untuk diuji cobakan ke hewan. Yang mana, tahap ini dimulai dengan memperbanyak virus SARS-Covid-2 isolat Indonesia.
"Jadi setelah tahapan ini, diharapkan segera masuk ke uji hewan," kata dia. "Uji hewan akan dilakukan di Laboratorium Biosafety Level-3 LIPI."
Presiden Joko Widodo alias Jokowi memperkirakan jika vaksin buatan RI akan siap awal tahun 2021 nanti. Ia menargetkan Indonesia untuk memproduksi sebanyak 347 juta vaksin.
Sementara itu di belahan dunia lainnya, Rusia telah menjadi negara pertama yang telah berhasil menyelesaikan uji coba klinis vaksin COVID-19 ke manusia. Kendati demikian, belum ada informasi lebih lanjut kapan vaksin ini akan diproduksi secara komersial.
"Penelitian telah selesai," kata Kepala peneliti untuk Pusat Penelitian Obat-obatan Klinis Rusia di Sechenov University, Elena Smolyarchuk kepada TASS News seperti dilansir dari Forbes, Rabu. (15/7) "Dan berhasil membuktikan bahwa vaksin aman digunakan."
(wk/zodi)