Sesar Aktif Matano Menggeliat, BMKG Akui Belum Bisa Prediksi Gempa Secara Akurat
Pixabay
Nasional

Sebelumnya, BMKG juga mencatat pergeseran sesar aktif Mangkalihat yang ada di Pulau Kalimantan. Aktivitas ini berpotensi memicu gempa besar dengan kekuatan disinyalir mencapai M 7,0.

WowKeren - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sudah 13 kali terjadi gempa di Sorowako, Sulawesi Selatan selama 2 hari berturut-turut 22-23 Juli. Dari belasan gempa itu, ada 3 yang guncangannya dirasakan oleh masyarakat.

"Ketiga gempa ini dirasakan di Sorowako dalam skala intensitas Malili II MMI, di Soroako II – III MMI, dan di Nuha III MMI," kata Kepala Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, Jumat (24/7). "Patut disyukuri rangkaian aktivitas gempa yang terjadi ini tidak menimbulkan kerusakan."

Menurut pengamatan BMKG, ketiga gempa ini masih berkaitan dengan meningkatnya aktivitas Sesar Aktif Matano, yakni khususnya pada Segmen Matano dan Pamsoa. Hal ini diketahui dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenter. "Hal ini didasarkan fakta bahwa seismisitas yang terjadi membentuk klaster pusat gempa di Danau Matano dan sekitarnya," ujar Daryono.

Ia melanjutkan jika sesar aktif ini memiliki mekanisme pergerakan mendatar mengiri. Sesar ini bergerak dengan laju pergeseran sepanjang 7 milimeter per tahun.


"Segmen Matano dan Pamsoa adalah Segmen Sesar Aktif Matano dengan mekanisme pergerakan mendatar mengiri (sinistral strike-slip)," jelas Daryono. "Dengan magnitudo tertarget M 6,8 (Matano) dan 6,9 (Pamsoa) dengan laju pergeseran sesar 7 milimeter per tahun."

Namun sayangnya, Daryono mengaku jika BMKG belum mampu memprediksi secara akurat kapan gempa akan terjadi. Yang jelas, bencana bisa terjadi kapan saja sehingga ia meminta agar warga sekitar meningkatkan kewaspadaan mereka seiring dengan meningkatnya aktivitas gempa di Segmen Matano dan Pamsoa.

"Dengan meningkatnya aktivitas gempa di Segmen Matano dan Pamsoa terkini, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terkait gempa bumi," ujarnya. "Gempa kuat dapat terjadi kapan saja dan belum dapat diprediksi secara akurat kapan terjadinya."

Sebelumnya, pergeseran sesar aktif Mangkalihat juga dilaporkan BMKG terjadi di Pulau Kalimantan. Imbas adanya pergerakan ini, BMKG memperingatkan potensi gempa berskala besar yang disinyalir memiliki kekuatan mencapai M 7,0.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait