Pria dan 3 Anak di Sulsel Nekat Panjat Tower Sinyal Demi Ziarah Makam Korban Corona
Pixabay
Nasional

Seorang pria dan 3 putrinya di Gowa, Sulsel nekat memanjat tower demi bisa memandang makam sang istri yang meninggal akibat COVID-19. Protokol kesehatan memaksa petugas melarang mereka berziarah.

WowKeren - Perawatan dan pemakaman pasien positif COVID-19 memang memiliki protokolnya tersendiri. Termasuk soal makam para korban yang tak boleh diziarahi oleh keluarga dan kerabatnya demi mencegah diri tertular virus Corona.

Protokol itu ketat dijalankan oleh para petugas, namun beberapa kelompok masyarakat memilih untuk nekat "mendobrak". Seperti kisah seorang pria dan tiga anak perempuannya yang nekat memanjat menara pemancar sinyal atau sutet demi bisa berziarah ke makam istrinya yang meninggal karena COVID-19.

Pria itu, Andi Baso Ryadi Mappasule, tak menampik bahwa dirinya dan keluarga memang dilarang masuk ke area pemakaman. "Dilarang memang masuk ke pekuburan," ungkap Andi, Sabtu (1/8).

Untuk acara ziarah itu, imbuh Andi, dilakukan dalam rangka Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Jumat (31/7). Namun protokol kesehatan yang berlaku membuat petugas pemakaman tidak memberikan keempatnya izin untuk masuk.

Larangan ini pun dilanggar sedemikian rupa, termasuk dengan memanjat tower. Namun bukan berarti mereka nekat melompati tembok pemakaman dengan memanjat tower itu, Andi menuturkan keempatnya hanya melihat makam sang istri yang memang tampak bila dipandang dari sana.


"Hanya untuk melihat kuburan istri saya, saya harus manjat," kata Andi, dilansir dari Detik News. "Anak-anak saya untuk melihat kuburan almarhumah ibunya. Kasihan, harus manjat."

"Nggak (melompati tembok), untuk melihat saja, karena kita tidak bisa masuk, dilarang sama petugas. Kita tidak tahu apa alasannya," imbuh Andi.

Namun rupanya menurut Andi, bukan hanya dirinya yang sampai melakukan aksi nekat nan berbahaya ini. Beberapa keluarga korban COVID-19 juga melakoni hal serupa karena petugas pemakaman memang tak memberi izin siapapun untuk berziarah.

"Banyak juga keluarga korban yang negatif suaminya dan dikuburkan di situ. Ada banyaklah. Ada beberapa yang mereka manjat juga. Kasihan," ujarnya.

Di sisi lain, kejadian keluarga hingga kerabat yang nekat terhadap jenazah pasien COVID-19 memang kerap terjadi. Sebelumnya banyak pihak keluarga yang sampai nekat merebut jenazah hingga tega memukuli petugas medis.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts