Sempat Gelar Resepsi Pernikahan, Rumah Makan Di Bogor Jadi Klaster Corona
Pixabay
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sebuah rumah makan di Bogor berubah menjadi klaster virus corona setelah mengadakan resepsi pernikahan hingga membuat pemiliknya meninggal dunia. Ini laporan lengkapnya.

WowKeren - Sebuah rumah makan di Bogor dilaporkan telah menjadi klaster virus corona (COVID-19) baru. Rumah makan ini diketahui sempat menjadi tempat digelarnya resepsi pernikahan.

Rumah makan bernama Pondok Bahrein ini terletak di Jalan Pandawa Raya, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara. Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim lantas menyatakan pihaknya masih terus melakukan pelacakan terhadap orang-orang yang pernah mengunjungi rumah makan tersebut atau berkontak dengan pasien virus corona.

”Kasus di restoran kami sudah petakan kegiatan apa yang pernah dilakukan, ternyata salah satunya resepsi pernikahan. Jadi beberapa hari lalu ada resepsi di restoran tersebut," kata Dedie seperti dilansir dari Kumparan, Minggu (2/8). “Kami tentu harus melacak lebih lanjut karena bisa jadi (asal penularan virus corona) dari sana.”

Menurut laporan yang diterima Dedie, sebanyak 8 orang positif terinfeksi virus corona dari klaster rumah makan itu. Satu diantaranya yang ternyata merupakan pemilik rumah makan dilaporkan meninggal dunia akibat COVID-19.


”1 (pemilik) di antaranya sudah meninggal dunia semalam dan hari ini sudah dikebumikan,” jelas Dedie. “Ada delapan orang yang terkonfirmasi positif COVID-19, enam di antaranya warga Bogor dan dua warga kabupaten Bogor. Kemudian satu di antaranya meninggal dunia semalam dan hari ini sudah dikebumikan.”

Warga yang dinyatakan positif corona dalam klaster ini akan mendapatkan penanganan yang berbeda. Bagi yang menunjukkan gejala COVID-19 akan langsung dirujuk ke rumah sakit. Sedangkan pasien yang tidak memiliki gejala (orang tanpa gejala/OTG) hanya diminta menjalani isolasi mandiri di rumah.

”Yang bergejala kami arahkan agar mendapat perawatan di RSUD yang ada di Bogor,” terang Dedie. “Sementara mereka yang tidak bergejala, isolasi mandiri.”

Pihak Gugus Tugas COVID-19 Bogor juga telah menutup rumah makan itu selama 14 hari kedepan demi menekan laju penularan virus. “Restoran sudah tutup sejak beberapa hari lalu, jadi kita harap 14 hari enggak melakukan operasional,” pungkasnya.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts