Pasien Corona di RSD Wisma Atlet Bagikan Kisahnya, Ternyata Boleh Pesan Makanan Via Ojol
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Seorang penyintas COVID-19 membagikan pengalamannya selama dirawat di RSD Wisma Atlet, Jakarta pada rentang 21-31 Juli 2020 kemarin. Begini perjalanan selengkapnya dan selalu jaga kesehatan ya.

WowKeren - Ada sejumlah rumah sakit darurat yang dibangun oleh pemerintah demi menangani pasien COVID-19, termasuk RSD Wisma Atlet di Jakarta. Belum lama ini seorang penyintas yang baru saja keluar dari fasilitas kesehatan tersebut membagikan pengalamannya selama menjalani perawatan di sana.

Pasien ini bernama Al Qoyim Haroki (22). Lewat caption di Instagram-nya, Qoyim mengaku masuk ke RSD Wisma Atlet pada 21 Juli 2020 silam karena tertular dari tempat kerjanya.

"Sedikit cerita. Jadi, sore tanggal 21 juli gue masuk wisma atlet, karna emg pas test swab hasilnya positif," ungkap Qoyim, Minggu (2/8). "Jd ini gue kena nya dikantor."

Dan ternyata masa-masa pengobatannya di Wisma Atlet tidak semenakutkan yang sempat ia bayangkan sebelumnya. Menurutnya rutinitas yang ia jalani selayaknya pasien pada umumnya, yakni mengonsumsi obat untuk terapi COVID-19, makan sesuai anjuran ahli gizi setiap pagi-siang-malam, berjemur pukul 09.00 WIB, hingga cek tensi darah pada siang harinya.

Sekilas diperhatikan, sangat membosankan bukan? Qoyim pun membenarkan klaim bosan itu, karenanya ia mendorong setiap pasien COVID-19 dalam perawatan untuk mencari aktivitas sendiri demi menghilangkan suntuk yang dialami.

"Ya emng bosen klo lu nya gabisa buang waktu," ujar Qoyim. "Ya begitu2 aja kesehariannya. Slain waktu2 itu ya dikamar aja."


Beruntung RSD Wisma Atlet dilengkapi dengan wifi, serta kamar inapnya pun fasilitasnya sangat menarik. Namun yang cukup mengejutkan, Qoyim dan pasien lain ternyata boleh memesan makanan dari luar via aplikasi! "Boleh pesen makanan pake aplikasi juga, nti dianter sma porternya," jelasnya.

Dipantau dari potret-potret yang Qoyim bagikan, tampak ia menghabiskan waktu di ruang rawat dengan bermain laptop atau menggunakan gawai elektroniknya. Untuk makanannya sendiri dibagikan dalam bentuk nasi kotak, berisi menu sehat dan bergizi lengkap, serta dilabeli sesuai waktu.

Kini Qoyim sudah dinyatakan negatif COVID-19 usai menjalani tes swab pada 29 Juli 2020 kemarin. Butuh waktu dua hari untuk memastikan dirinya benar-benar terbebas dari infeksi virus Corona dan kini sudah bisa melepaskan gelang penanda pasien yang melingkari pergelangan tangan kanannya.

Sebagai penutup, Qoyim pun mengingatkan kepada semua orang untuk lebih waspada terhadap pandemi COVID-19. "Jdi buat temen-temen jgn terlalu ngeremehin ini pandemi, karna gue sndri udh merasakan, jangan dibuat main main juga, dan sbuah kebanggan juga gue berhasil lawan covid ini," kata Qoyim.

"Jujur aja, jd perawat disana cape juga, asli. Karna mreka bener-bener berjuang di garis terdepan, Semangat untuk Perawat, Dokter, dan lainnya yg bekerja untuk pandemi ini se-Indonesia," ungkap Qoyim. "Stay healthy, jangan lupa cuci tangan, pakai masker, dan ikutin smua protokol kesehatan."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts