Selain Fasilitas Sekolah, Transportasi Siswa-Guru Juga Wajib Diperhatikan Saat Belajar Tatap Muka
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Anggota Komisi X DPR RI Himmatul Aliyah menyoroti sejumlah kebijakan sekolah yang mulai melakukan simulasi pembelajaran tatap muka, salah satunya terkait tranportasi para siswa dan guru.

WowKeren - Pemerintah memutuskan untuk kembali membuka sekolah dan menjalankan sistem pembelajaran tatap muka. Sejumlah wilayah terutama yang berada di zona hijau bahkan sudah menjalankan sistem belajar tatap muka.

Namun, di zona kuning, oranye bahkan merah masih melakukan simulasi pembelajaran tatap muka sebelum sekolah benar-benar dibuka. Anggota Komisi X DPR RI Himmatul Aliyah menyoroti sejumlah kebijakan sekolah yang mulai melakukan simulasi pembelajaran tatap muka.

Selain simulasi dalam hal pembelajaran, ia juga meminta agar transportasi peserta dan tenaga didik harus diperhatikan. "Menurut hemat saya simulasi tidak hanya di lingkungan sekolah, tapi harus mulai diperhitungkan dari mulai peserta didik atau tenaga pendidik berangkat ke sekolah dan kembali ke rumah," katanya dilansir Republika, Jumat (7/8).


Politikus Gerindra itu mengingatkan, perjalanan dari dan menuju sekolah tidak semuanya memiliki jemputan pribadi. Sebagian peserta maupun tenaga didik akan naik transportasi umum yang sifatnya massal. "Di sekolah dan di rumah terkontrol namun di kendaraan umum belum tentu," ujarnya.

Bila simulasi tak menyentuh perjalanan, dikhawatirkan zona hijau bisa berubah jadi kuning atau merah karena mobilitas manusia yang saat ini sudah ramai karena PSBB di longgarkan. Kendati demikian, simulasi sangat penting dan diperlukan terutama bila ada rencana belajar tatap muka di sekolah yang berada di zona hijau agar ada jaminan keamanan peserta didik dan juga tenaga pendidik.

Sebelumnya diketahui jika Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah melakukan simulasi sekolah tatap muka di 21 Sekolah Menengah Pertama (SMP) baik negeri maupun swasta di Surabaya sejak Senin (3/8) lalu. Hingga Rabu (5/8) lalu, dilaporkan ada 12 SMP yang telah menjalankan simulasi ini.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts