Simulasi Pembukaan Sekolah Sudah Dilakukan Di 12 SMP Surabaya, Bagaimana Hasilnya?
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah melakukan simulasi rencana pembukaan sekolah tatap muka di 12 SMP yang tersebar di Kota Pahlawan. Lantas, bagaimana hasilnya?

WowKeren - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menyatakan rencananya untuk membuka kegiatan belajar mengajar di sekolah selama pandemi virus corona (COVID-19). Realiasi rencana ini dilakukan secara bertahap, dimana saat ini Pemkot sedang melakukan simulasi pilot project di sejumlah sekolah Surabaya.

Simulasi sekolah tatap muka ini dilakukan di 21 Sekolah Menengah Pertama (SMP) baik negeri maupun swasta di Surabaya dan sudah dimulai sejak Senin (3/8) lalu. Hingga hari Rabu (5/8) kemarin, dilaporkan simulasi sekolah tatap muka baru berjalan di 12 SMP.

Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya menjelaskan hari ketiga simulasi kemarin dilakukan di dua SMP negeri dan tiga SMP swasta. Simulasi di lima sekolah tersebut telah berjalan dengan lancar.

”Sampai hari ini Rabu (5/8/2020) sudah ada 12 SMP yang melakukan simulasi sekolah tatap muka,” kata Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dispendik Surabaya, Sudarminto seperti dilansir dari Detik, Rabu (5/8). “SMP Negeri 12, SMP Santa Maria, SMP Negeri 10, SMP Giki dan SMP Al Hikmah.”

Selama simulasi berlangsung, Dispendik Surabaya memang telah meminta untuk dilakukan tanpa melibatkan siswa. Sebagai gantinya, proses simulasi sekolah akan melibatkan berbagai OPD di lingkungan Pemkot Surabaya seperti Dinas Pendidikan, Satpol PP serta BPB Linmas Surabaya. Termasuk dari Satgas Penanganan COVID-19.


Selain itu, peran guru juga penting dalam simulasi ini lantaran akan menjadi peserta didik sebagai ganti siswa. “Mohon dipersiapkan, tanpa ada peserta didik, yang menjadi peserta didik adalah guru,” pesan Sudarminto.

Sebelumnya, Dewan Pendidikan Jawa Timur, Isa Ansori telah mengungkapkan alasan mengejutkan mengapa Pemkot Surabaya berniat membuka sekolah di tengah pandemi. Hal ini akibat banykanya anak-anak yang setiap malam ditemukan sedang asyik bersepeda di Kota Pahlawan.

Padahal, anak-anak seharusnya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dan beristirahat selama pandemi virus corona ini. Situasi banyaknya anak-anak yang bermain hingga malam selama pandemi corona membuat semakin dilema.

Pernyataan itu juga diamini oleh Sudarminto. Menurutnya, dibukanya sekolah bertujuan agar anak-anak kembali belajar dan tidak asyik bermain-main saja. Ia juga mengungkapkan alasan lain terkait pembukaan sekolah karena Surabaya dinilai sudah masuh zona hijau.

”Karena hijau, Surabaya sudah hijau. Di samping itu nggak ada jeleknya kita mempersiapkan anak sewaktu-waktu masuk,” jelas Sudarminto. “Sekolah nggak gagap, sudah menyiapkan protokol.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts