Pertumbuhan Ekonomi RI Minus, Erick Thohir Sebut Masih Lebih Bagus Dibanding Negara G20
Nasional

Namun demikian, Ketua Pelaksana Harian Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Erick Thohir, mengaku pihaknya akan tetap berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan.

WowKeren - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 year on year (yoy) dibandingkan kuartal II 2019 mengalami kontraksi 5,32 persen. Kontraksi ini, imbuh BPS, jauh lebih dalam ketimbang prediksi yang sempat diungkap pemerintah maupun Bank Indonesia, yakni di kisaran 4,3 sampai 4,8 persen.

Ketua Pelaksana Harian Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Erick Thohir, lantas menilai bahwa capaian Indonesia tersebut masih lebih bagus dibandingkan sejumlah negara lain yang tergabung dalam G20. "Kita punya ekonomi sekarang dibandingkan beberapa negara G20 pun masih lebih bagus," tutur Erick dalam diskusi pada Jumat (7/8).

Namun demikian, Erick mengaku pihaknya akan tetap berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan. Sebelum memulihkan ekonomi Indonesia, pertumbuhan jumlah kasus COVID-19 tentu harus ditekan terlebih dahulu.


Untuk itu, pemerintah kini tegas untuk tidak membuka wisata bagi warga asing terlebih dahulu. Namun stimulus terhadap sektor pariwisata masih tetap berjalan.

"Tetapi bukan berarti kita memencet rem tanpa juga membuat stimulus, nah ini yang saya bilang gas dan rem, stimulusnya jalan," jelas Erick. "Step 1,2,3 nya itu kan memang periodik, tetapi di dalam step 1,2,3 sendiri itu kan ada yang overlapping. Perjalanannya itu tidak mungkin, oh pariwisata nanti aja, tetap pariwisata lokal kita dorong, tapi kalau kita benar-benar mau mem-push pariwisata kita sampai keluar negeri seperti dulu kita tidak siap, jangan dulu. Kenapa? Nanti klaster-klaster akan tumbuh."

Menurut Erick, sektor pariwisata Indonesia untuk saat ini masih bisa pulih dengan baik meski tanpa turis mancanegara. Erick menyebut bahwa kondisi pariwisata Indonesia bisa dibilang lebih baik dibanding negara lain.

"Lebih baik kita protect pada warga negara kita, toh dari data-data pariwisata sendiri 90 persen juga local tourist. Alhamdulillah dengan Bali dibuka sekarang, dengan Yogya dibuka, Bandung kemarin saya lihat, itu pertumbuhannya sudah mulai baik. Walaupun tidak 100 persen, mungkin 30-40 persen," kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut. "Tapi sudah Alhamdulillah dibanding negara lain."

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts