Banyak Siswa-Guru Terpapar COVID-19, Kemendikbud Buka Suara
Getty Images/Ulet Ifansasti
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen) Jumeri membantah jika mereka tertular dari sekolah tatap muka.

WowKeren - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia buka suara mengenai banyaknya siswa dan guru yang terpapar COVID-19. Mereka dikabarkan terpapar COVID-19 usai pembukaan sekolah tatap muka.

Dari data yang diterima, Kemendikbud menyebut jika para guru dan murid tidak tertular di satuan pendidikan melainkan dari aktivitas sehari-hari. Diketahui, sebelumnya diberitakan jika di Papua ada ratusan murid terjangkit COVID-19 yang tersebar di sejumlah wilayah.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen) Jumeri mengatakan jika jumlah itu merupakan akumulasi dari bulan-bulan sebelumnya.

"Ini perlu kita luruskan, bahwa kejadian di Papua itu bukan terjadi pada bulan Agustus," tutur Jumeri melalui telekonferensi, Kamis (13/8). "Tetapi itu akumulasi dari Maret sampai Agustus."

Mereka terjangkit corona akibat tertular dari aktivitas sehari-hari. Sehingga ia membantah jika penularan berasal dari dibukanya sekolah tatap muka.


"Jadi terjadi dalam proses kehidupan di masyarakat," tegas Jumeri. "Bukan karena kita membuka zona hijau dan zona kuning untuk melaksanakan KBM tatap muka."

Begitu juga dengan kasus di Pontianak. Belasan guru dilaporkan terpapar COVID-19. Jumeri menegaskan jika para guru dan murid ini terpapar sebelum sekolah tatap muka dibuka.

Lebih jauh, ia menyebut kasus di Pontianak ini merupakan praktik baik dari implementasi SKB 4 Menteri. Pemerintah Daerah setempat telah menganggarkan sejumlah dana untuk menggelar tes kepada guru dan siswa sebelum memutuskan untuk kembali membuka sekolah.

"Itu dalam situasi persiapan membuka tatap muka. Artinya, sekolah belum beroperasi," lanjut Jumeri. "Nah ini contoh baik yang bisa kita sebarkan kepada seluruh pemerintah daerah, bahwa pemda mengalokasikan anggaran untuk tes kepada guru maupun peserta didik."

Sementara itu di Tulungagung, diinformasikan terdapat siswa SD yang terpapar COVID-19. Kemendikbud mengatakan jika di lokasi tersebut SD belum dibuka. Siswa tertular dari orang tuanya yang merupakan pedagang.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts