Menurut Menteri BUMN Erick Thohir, pemberitaan media asing beberapa kali menggambarkan Indonesia gagal total dalam menangani pandemi corona (COVID-19) ini.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 15 Agustus 2020 - 14:57 WIB
WowKeren - Penanganan pandemi corona (COVID-19) di Indonesia kerap menjadi sorotan media asing. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir lantas mengungkapkan bahwa pemberitaan media asing beberapa kali menggambarkan Indonesia gagal total dalam menangani pandemi ini.
Erick menilai hal ini tidak adil. Menurut Erick, angka kematian akibat COVID-19 tidak seburuk negara lain seperti Amerika Serikat, Rusia, dan India juka dibandingkan dengan jumlah populasinya.
"Nah, ini yang lucu, kadang- kadang asumsi di luar negeri ini kayaknya kita gatot, gagal total," tutur Erick dalam diskusi online pada Sabtu (15/8). "Ya kalau kita dibandingkan dengan negara yang jauh lebih kecil populasinya, yang sepersepuluh, tidak fair. Apalagi kita ini kepulauan, bukan semua daratan."
Lebih lanjut, Erick menilai bahwa keputusan Presiden Joko Widodo untuk membuka karantina wilayah alias lockdown adalah sebuah kebijakan yang tepat. Menurut Erick, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa lebih baik dibanding negara lain berkat kebijakan tersebut.
Meski demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih mencatat angka minus 5,32 persen di kuartal I 2020. "Kalau kita bandingkan, pertumbuhan ekonomi Malaysia minus 17,1, Filipina minus 16,5, Singapura minus 12,6. Jadi kebijakan Bapak Presiden sudah sangat tepat. Jadi kita enggak usah berdebat lagi," ujar Erick.
Lebih lanjut, lembaga dunia seperti Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, hingga OECD juga memprediksi ekonomi RI kembali tumbuh positif pada 2021. IMF memprediksi ekonomi RI tumbuh 6,1 persen, Bank Dunia 4,8 persen, dan OECD 5,5 persen.
"Kalau bangsa luar percaya, masa bangsa kita yang pesimis," pungkas Erick. "Karena itu Indonesia menargetkan tumbuh 4,5 sampai 5,5 persen (tahun 2021)."
Sebelumnya, Erick juga sempat mengeluhkan pemberitaan media asing ini. Padahal menurut Erick, tidak ada antrean pasien COVID-19 di rumah sakit Indonesia. "Padahal kita ketahui, bagaimana TNI/Polri dan seluruh bangsa kita memastikan tidak ada yang namanya antrean rumah sakit, antrean makanan dengan baik," kata Erick di Mabes Polri pada Kamis (13/8).
Indonesia pun dinilai Erick mampu menunjukkan kemampuan di bidang kesehatan di tengah pemberitaan negatif itu. Pasalnya, Indonesia kini tengah melakukan uji klinis tahap III calon vaksin COVID- 19.
(wk/Bert)