Doni Monardo Pernah Ditegur Lembaga Internasional Karena Pakai Masker, Kok Bisa?
Nasional

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Doni Monardo, menceritakan bahwa lembaga internasional pernah menegurnya di satu kesempatan karena memakai masker.

WowKeren - Kepala Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Doni Monardo, mengungkapkan bahwa ia pernah ditegur lembaga internasional ketika memakai masker. Pasalnya, masker memang sempat diimbau hanya digunakan bagi orang yang sakit sebelum akhirnya menjadi salah satu protokol kesehatan corona.

"Dulu kita selalu fokus kepada penggunaan ventilator ternyata ventilator bukan cara terbaik dalam penanganan pasien COVID. Kemudian dulu juga pernah awal-awal kita dilarang gunakan masker karena hanya untuk pasien yang sakit," terang Doni dalam webinar pada Sabtu (15/8). "Bahkan pada satu kesempatan, saya juga pernah ditegur oleh lembaga internasional. 'Pak Doni jangan pakai masker karena makser hanya untuk mereka yang sakit'."

Menurut Doni, peristiwa itu terjadi sebelum para ahli menemukan formulasi yang tepat untuk melawan pandemi corona. Setelah pakar mengetahui proses penularan virus corona secara detail, barulah penggunaan masker dianjurkan untuk langkah antisipasi.

"Tetapi sekali lagi pada saat itu belum ada sebuah formulasi yang tepat yang jitu dalam menghadapi COVID. Sejumlah pakar dalam dan luar negeri mengetahui kenapa seseorang terpapar COVID, proses terjadi seperti apa; transmisi bagaimana," jelas Doni. "Maka perlindungan pertama adalah bagaimana seluruh rakyat tahu, seluruh masyarakat tahu bukan hanya di negara kita, tetapi di seluruh dunia kalau masih ada satu negara pun di dunia ini yang masih ada COVID-nya cepat atau lambat pingpong akan terjadi lagi."


Kini, Doni pun meminta agar seluruh elemen masyarakat, terutama tokoh-tokoh di daerah, untuk mengingatkan pentingnya menggunakan masker saat bepergian keluar rumah. Ia juga menekankan pentingnya kerjasama internasional dalam penanganan pandemi corona.

"Jadi kerja sama bukan hanya dalam negeri tetapi kerja sama internasional sangat diperlukan," kata Doni. "Kemudian juga bagaimana tingkat kepedulian seluruh tokoh di daerah betul-betul mengingatkan pentingnya protokol kesehatan untuk pentingnya menggunakan masker."

Sementara itu, Doni juga sempat menyebut bahwa kekompakan saja masih belum cukup untuk menekan penyebaran corona. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut menekankan pentingnya sikap gotong royong dalam menghadapi pandemi corona ini.

"Indonesia harus bisa menjadi lebih sehat. Apabila seluruh komponen bangsa Indonesia bersatu, kita kompak saja belum tentu kita mampu mengatasi COVID ini. Sudah banyak negara-negara dengan berbagai cara untuk menghadapi COVID, tetapi tidak semua juga bisa berhasil," jelas Doni. "Sekali lagi bersatu, gotong royong harus menjadi modal sosial kita. Kompak saja belum tentu kita berhasil, apalagi kita tidak kompak."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait