Pengurangan jumlah anggota Paskibraka yang bertugas di Istana Negara untuk upacara HUT RI pada 17 Agustus ini cukup drastis mengingat demi mencegah penularan virus COVID-19.
- Ria Susilo Wardhani
- Senin, 17 Agustus 2020 - 11:32 WIB
WowKeren - Upacara HUT RI ke-75 digelar berbeda tahun ini. Imbas Corona, upacara yang digelar di Istana Negara Jakarta pada 17 Agustus itu hanya dihadiri peserta dalam jumlah terbatas.
Tahun lalu, jumlah anggota Paskibraka untuk upacara HUT RI berjumlah 68 orang. Namun karena khawatir terkait penularan, jumlah anggota kali ini berkurang drastis.
Kini, anggota yang bertugas hanya berjumlah 8 orang. 3 diantaranya ditugaskan untuk mengibarkan bendera pusaka merah putih.
Mereka yakni Indrian Puspita Rahmadhani yang mewakili Aceh, I Gusti Agung Bagus Kade Sanggra Wira Adhinata dari Bali, Sudrajat Prawijaya dari Bengkulu, Muhammad Arief Wijaya asal Kendari, Muhammad Asri Maulana mewakili Provinsi Kalimantan Selatan, Sylvia Kartika Putri dari Sumatera Utara, Dhea Lukita Andriana dari Jawa Timur dan Muhammad Adzan dari NTB. 8 orang yang bertugas ini memiliki pengalaman serupa sebagai anggota Paskibraka 2019.
Untuk pembawa baki dipercayakan pada Indrian Puspita. Dalam upacara tahun ini, tim yang bertugas menaikkan bendera di pagi hari diberi nama Tim Sabang yang terdiri dari Kadek Sangra Wira (Bali), Indrian Puspita (Aceh) dan Muhamad Adzan (NTB). Sedangkan tim Merauke bertugas untuk penurunan bendera sore hari dan beranggotakan Muhamad Asri (Kalsel), Sylvia Kartika Putri (Sumut), dan Sudrajar Prawijaya (Bengkulu).
Digelar terbatas, upacara berlangsung khidmat. Para anggota paskibraka harus memakai masker selama bertugas saat upacara.
Selain itu, anggota Paskibraka juga wajib menjalani tes swab demi memastikan tak terinfeksi virus COVID-19. Perjuangan tim Paskibraka tahun ini memang cukup sulit karena harus ketat menerapkan sejumlah protokol kesehatan. Namun mereka tetap bangga bisa kembali dipercaya mengemban tugas sebagai anggota Paskibraka.
"Pertama pasti bangga dan tidak pernah menyangka karena dipercaya lagi untuk bertugas kedua kalinya. Tetap semangat walau sepi tahun ini. Di situasi pandemi ini rasa khawatir tetap ada tapi tetap menjaga kesehatan, istirahat yang cukup dan pola makan teratur," kata Muhammad Arief seperti dikutip dari Merdeka.com. "Pastinya nggak biasa ya, langkah tegap maju pakai masker. Jalan biasa aja udah ngos-ngosan, cuma ya disesuaikan aja karena keadaan sedang begini," seru Indrian.
Bukan cuma anggota Paskibraka, pelatih pun juga merasakan tantangan tersendiri. "Tantangan saya itu dibatasi jarak, tapi untuk tantangan terkait COVID kita tidak terlalu takut karena sebelum masuk ke sini, kita sudah diswab dulu, cek kesehatan, positif atau negatif," seru Mayor Inf. Suswan selaku koordinator pelatih.
(wk/riaw)