Angka COVID-19 Terus Naik, DKI Jakarta Catat Total 30 Ribu Kasus
Getty Images
Nasional

Hingga Senin (17/8) kemarin, DKI Jakarta telah mencatat total kasus akibat virus corona (COVID-19) sebanyak 30.092. Angkat tersebut diperoleh usai terjadi penambahan 538 kasus dari hari sebelumnya di angka 29.554.

WowKeren - Kasus positif virus corona (COVID-19) di Indonesia hingga saat ini masih tinggi. DKI Jakarta hingga Senin (17/8), masih memegang posisi "juara" dengan menyumbangkan kasus COVID-19 terbanyak.

Menurut data, jumlah kumulatif kasus positif virus corona di DKI Jakarta tembus 30.092, per Senin (17/8). Angka tersebut diperoleh usai terjadi penambahan 538 kasus dari hari sebelumnya di angka 29.554.

Angka tersebut lebih banyak dibandingkan penambahan pada Minggu (16/8) sebanyak 518 kasus, Selasa (11/8) 471 kasus, dan pada Senin (10/8) 479 kasus. Akan tetapi, angka ini lebih rendah dibanding pertambahan kasus pada Sabtu (15/8) 598 kasus, Jumat (14/8) 575 kasus, Kamis (13/8) 621 kasus, Rabu (12/8) 578 kasus, dan Sabtu (8/8) sebanyak 721 kasus yang merupakan rekor peningkatan kasus selama pandemi COVID-19.


Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia menerangkan bahwa penambahan 538 kasus adalah dari hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR) pada 4.537 spesimen. "Dari 538 kasus tersebut, 137 kasus adalah data dari tanggal 14 dan 15 Agustus yang baru dilaporkan. Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 47.707. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 39.671," katanya dilansir Antara, Selasa (18/8).

Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyatakan sudah ada 646.668 sampel yang telah diperiksa dengan tes PCR untuk mengetahui jejak kasus corona di lima wilayah DKI Jakarta lewat 54 laboratorium sampai dengan tanggal 15 Agusutus 2020 lalu. Sementara 9.165 orang masih dirawat/isolasi.

Sebelumnya diketahui, RI telah mencatat total 141.370 kasus COVID-19 di Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-75, Senin (17/8). Hal ini tentunya menuai sorotan dari para pakar epidemiologi Indonesia.

Pengurus Pusat Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) melayangkan surat untuk Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan menyebut bahwa hasil analisis menunjukkan belum ada tanda-tanda akhir dari pandemi virus Corona di Tanah Air.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait