Satgas Sebut Budaya Kekeluargaan Masyarakat RI Pengaruhi Angka Kasus COVID-19
Nasional

Risiko penularan yang tinggi di Jakarta disebut Wiku tak lepas dari perilaku warganya. Untuk itu, ia meminta masyarakat membatasi aktivitasnya di klaster-klaster COVID-19

WowKeren - Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito berbicara mengenai kaitan antara budaya Indonesia dengan jumlah kasus COVID-19. Ia menilai budaya kekeluargaan yang masih melekat erat pada masyarakat Indonesia turut berkontribusi pada peningkatan kasus COVID-19.

"Memang di Indonesia ini memiliki budaya yang beragam dan rasa kekeluargaan yang tinggi, dan itu ditunjukkan oleh data tersebut," tutur Wiku di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (18/8). "Sehingga kondisi penularan salah satunya dikontribusikan dari aspek sosial budaya yang kita miliki."

Lebih jauh, ia menyebut jika sejumlah daerah telah memiliki data klaster yang muncul dari penularan COVID-19, termasuk wilayah DKI Jakarta. Beberapa di antaranya yakni klaster komunitas, klaster perkantoran, pasar, dan rumah ibadah.

Risiko penularan yang tinggi di Jakarta disebut Wiku tak lepas dari perilaku warganya. Untuk itu, ia meminta masyarakat membatasi aktivitasnya di klaster-klaster tersebut.


"Tentunya ini jadi perhatian bagi semua pihak, terutama DKI Jakarta karena sudah tersedia data itu," lanjut Wiku. "Mohon batasi aktivitasnya yang menimbulkan klaster tersebut."

Selain Jakarta, provinsi yang juga masih mencatat kasus COVID-19 yang tinggi adalah Jawa Timur. Hal ini dibuktikan dari peringkat Jawa Timur yang berada di posisi kedua sebagai provinsi penyumbang kasus COVID-19 tertinggi di Indonesia.

Sementara itu, wilayah yang menyumbang kasus terbanyak di provinsi ini adalah Surabaya. Total sudah ada 10.899 kasus COVID-19 di Kota Pahlawan ini.

Tingginya kasus yang tinggi di Surabaya membuat kegiatan pembelajaran secara tatap muka masih belum bisa dilakukan di kota ini. Sementara itu sejumlah wilayah di Jawa Timur telah menerapkan sekolah tatap muka untuk jenjang SMA dan SMK mulai Selasa (18/8) kemarin.

"Surabaya dan Sidoarjo belum karena zona merah. Zona merah belum dibuka," kata Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Wahid Wahyudi, di Surabaya, Senin (17/8). "Tapi semua fleksibel sesuai kondisi masing-masing."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait