Pemasangan ini tidak bisa dilakukan begitu saja melainkan perlu persiapan teknis. Pemasangan masker rencananya akan dilakukan pada sore hari di jam-jam pulang kantor.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 19 Agustus 2020 - 13:38 WIB
WowKeren - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana memasangkan masker ke Patung Jenderal Sudirman yang ada di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. Kabarnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sendiri yang akan memasangkannya.
Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Satriadi Gunawan mengatakan saat ini rencana tersebut masih didiskusikan. Keputusan akan keluar sore ini.
"(Patung) Sudirman ya," kata Satriadi, Rabu (19/8). "Nah ini kita masih ada rapat dari Biro Kepala Daerah, jam 15.00 WIB nanti diputuskannya di situ jadi atau tidaknya."
Terkait langkah memasang masker di patung Sudirman, ia menyebut hal ini memang sudah direncanakan sebelumnya. Namun pemasangan ini tidak bisa dilakukan begitu saja melainkan perlu persiapan teknis. Pemasangan masker rencananya akan dilakukan pada sore hari di jam-jam pulang kantor dimana lalu lintas pada umumnya macet.
"Sudah ada rencananya, cuma kan kita harus pelajari juga karena sore, takut mengganggu lalu lintas," tutur Satriadi. "Nanti keputusan nanti hasil rapatnya jam 3."
Kendati demikian, ia mengaku belum tahu pasti alasan pemasangan masker tersebut. Yang jelas pihaknya akan membantu proses pemasangan tersebut.
"Itu masih tentatif, nanti jam 3 kita rapatkan. Kalau Pak Anies enggak jadi pasang, pemasangan itu tetap dilakukan ya," ujarnya melanjutkan. "Kita kurang tahu, kalau kita cuma siapkan kendaraan untuk proses pemasangan masker di patung Sudirman."
Sementara itu, kasus COVID-19 di DKI jakarta masih terbilang tinggi. Sampai Selasa (18/8), kasus positif COVID-19 di Jakarta sudah mencapai 30.597 kasus.
Anies tak henti-hentinya mengingatkan warganya untuk senantiasa mengenakan masker. Memakai masker mampu mencegah penularan virus corona. Pemprov DKI juga telah menegakkan sanksi bagi para pelanggar protokol kesehatan.
Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyebut jika sejumlah daerah telah memiliki data klaster yang muncul dari penularan COVID-19, termasuk DKI. Risiko penularan yang tinggi di Jakarta disebut Wiku tak lepas dari perilaku warganya.
(wk/zodi)