WHO Soroti Penanganan Corona di Jakarta, Poin Ini yang Paling Dikhawatirkan
Nasional

Dalam laporan mingguannya, WHO menyoroti perkembangan wabah COVID-19 di Ibu Kota yang akhir-akhir ini memang cukup menyita perhatian. Simak laporan WHO selengkapnya berikut ini.

WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) aktif memberikan laporan mingguan soal penanganan COVID-19 di berbagai penjuru dunia. Dan dalam laporan terbarunya yang rilis Rabu (19/8) kemarin, WHO turut menyoroti soal kondisi di Ibu Kota.

Di halaman awal laporannya, WHO melaporkan terlebih dahulu kondisi pandemi di Jakarta. Karena jumlah kasus belum menurun, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi pun diperpanjang sampai Kamis (27/8), disertai dengan beberapa peraturan yang melengkapi.

"Selama Agustus Jakarta dua kali melaporkan rekor kasus sejak awal pandemi. Gubernur mengatakan akan lebih memperketat penerapan protokol kesehatan, salah satunya dengan patroli TNI dan Polri," ungkap WHO, seperti dilansir Kumparan, Jumat (21/8).

Fokus dari dilibatkannya militer dan aparat keamanan ini adalah untuk mengawasi pemakaian masker. Namun bukan hanya perihal itu yang disoroti oleh WHO dalam laporannya.

Yang sangat disoroti oleh WHO rupanya soal ketersediaan ranjang rumah sakit rujukan pasien COVID-19. Menurut WHO, tingkat keterisian unit perawatan intensif (ICU) sudah mencapai 70 persen akibat pandemi ini.


"Per 14 Agustus 70 persen ruang ICU terisi dan 66 persen ruang isolasi di RS rujukan juga demikian," ujar WHO. "(Padahal) Jakarta memiliki 4.400 ruang isolasi dan 483 ICU."

Selain itu kapasitas rumah sakit darurat Wisma Atlet yang sudah terisi 1.411 orang pun ikut disoroti oleh WHO. Sebab kapasitas faskes tersebut mencapai di atas 2 ribu orang.

Saat ini DKI Jakarta memang terus "panen besar" kasus positif COVID-19. Total sudah ada 31 ribu lebih pasien COVID-19 di Ibu Kota, melampaui Jawa Timur yang pada bulan Juli 2020 kemarin masih menjadi "pemain utama" pandemi.

Sebanyak 21.795 pasien di antaranya sudah dinyatakan sembuh, sehingga berarti kasus aktifnya mencapai 8.901. Dari jumlah itu, 2.544 di antaranya dirawat di rumah sakit, 6,357 lainnya isolasi mandiri di rumah atau di tempat yang disediakan Pemprov.

Namun penambahan kasus positif ini ternyata mendapat reaksi mengejutkan dari Gubernur Anies Baswedan. Sebab dalam pernyataan resminya, Anies justru menganggap informasi ini sebagai kabar baik.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait