WHO Soroti Kasus Corona di Pulau Jawa, Hanya Jabar yang Angka Kematiannya Konsisten Turun
Getty Images
Nasional

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri mendefiniskan kematian corona sebagai kematian pasien positif COVID-19 dan juga kematian kasus probable.

WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali menerbitkan laporan terkait situasi virus corona (COVID-19) di Indonesia. WHO menyoroti fakta bahwa mayoritas kasus positif COVID-19 berada di Pulau Jawa.

"Sulawesi Selatan merupakan satu-satunya provinsi di luar Pulau Jawa yang memiliki salah satu jumlah kasus positif tertinggi," demikian kutipan laporan terbaru WHO dilansir pada Jumat (21/8). "Pulau Jawa menyumbang 58 persen dari total kasus corona di Indonesia."

Berdasarkan laporan terbaru WHO tersebut, Jawa Barat menjadi satu-satunya provinsi di Pulau Jawa yang kematian coronanya turun dalam tiga pekan terakhir. WHO sendiri mendefiniskan kematian corona sebagai kematian pasien positif COVID-19 dan kematian probable.

Menurut data terbaru, ada sembilan kematian corona di Jabar dalam periode 10 hingga 16 Agustus 2020. Angka tersebut menurun dibandingkan pekan sebelumnya yang mencatat 26 kasus kematian. Sementara itu, kematian corona di DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur masih terbilang tinggi.

Dalam periode 10 hingga 16 Agustus 2020, provinsi DKI Jakarta mencatat 217 kasus kematian corona. Angka ini meningkat tipis dari pekan sebelumnya yang mencatat 214 kasus kematian.


Sebagai catatan, mayoritas kematian corona di Ibu Kota merupakan kasus probable. Ini berarti hasil tes corona belum keluar dan jenazah telah dimakamkan dengan protokol COVID-19.

Kemudian, Jawa Tengah mencatatkan 257 kasus kematian corona. Angka ini menurun dibanding pekan sebelumnya yang mencatat 274 kematian, namun ada 251 kasus kematian corona pada periode 27 Juli hingga 2 Agustus. Oleh sebab itu, kematian corona di Jawa Tengah masih terbilang fluktuatif.

Hal yang sama juga terjadi di Jawa Timur. Sedangkan Banten dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sama-sama mencatat peningkatan kasus kematian corona dalam pekan terakhir, meski masih terhitung rendah jika dibandingkan provinsi lain di Jawa.

Banten mencatat tujuh kematian corona pada periode 10 hingga 16 Agustus, naik dari pekan sebelumnya yang mencatat dua kasus kematian corona. Sedangkan DIY mencatat empat kasus kematian corona dalam periode yang sama, naik dari pekan sebelumnya yang mencatat nihil kasus kematian.

Di sisi lain, Indonesia telah melaporkan 147.211 kasus positif COVID-19 per Kamis (20/8). Dari angka tersebut, 100.674 pasien dinyatakan sembuh dan 6.418 orang dilaporkan meninggal dunia.

Tiga provinsi dengan jumlah kumulatif kasus COVID-19 tertinggi pun berada di Pulau Jawa. Yaitu DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait