Gudang Farmasi di Riau Terbakar, Obat-obatan dan Bahan Medis Untuk COVID-19 Ikut Ludes
Pixabay
Nasional

Menurut Pejabat sementara (Ps) Kepala Urusan Humas Polres Inhu, Aipda Misran, penyebab kebakaran UPT Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu itu masih dalam penyelidikan.

WowKeren - Kebakaran dilaporkan terjadi di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, pada Kamis (20/8) malam. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran gudang farmasi tersebut.

Sayangnya, obat-obatan dan bahan medis untuk penanganan COVID-19 turut ludes terbakar. Menurut Pejabat sementara (Ps) Kepala Urusan Humas Polres Inhu, Aipda Misran, penyebab kebakaran gudang farmasi yang terletak di Jalan Raya Pematang Reba-Pekan Heran, Kecamatan Rengat Barat itu masih dalam penyelidikan.

"Belum diketahui penyebab terbakarnya UPT Gudang Farmasi Dinkes Inhu," terang Misran dilansir Kompas.com pada Jumat (21/8). "Saat ini sedang dilakukan penyelidikan."

Kerugian yang ditimbulkan insiden ini pun disebut Misran cukup besar. "Stok obat-obatan dan dan stok bahan medis penanggulangan COVID-19 habis terbakar. Kerugian sekitar Rp 3,5 miliar," ungkap Misran.

Menurut Misran, kebakaran ini bermula kala penjaga datang ke gudang farmasi untuk menghidupkan lampu pada pukul 17.30 WIB. Saat saklar ditekan, lampu tiba-tiba berkelip dan kemudian padam.


"Saksi pertama kemudian keluar dan mengunci pintu gudang farmasi dan pulang ke rumah untuk shalat magrib," jelas Misran. Penjaga tersebut kemudian datang lagi ke gudang farmasi pada pukul 19.30 WIB dan melihat sudah ada asap yang mengepul dari atas atap.

Ia pun kemudian meminta tolong ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Inhu yang berlokasi di sebelah gudang farmasi itu. Penjaga itu disebut datang menanyakan nomor telepon kepala gudang farmasi untuk melaporkan bahwa lampu gudang mati dan terlihat ada asap sekitar pukul 19.30 WIB.

Sementara itu, saksi ketiga bernama Perdana Nugraha Rehindra mengatakan, sekitar pukul 19.35 WIB, ia bersama saksi Andri, Angga dan Jepi sedang bekerja di Kantor KPU. Kemudian datang orang tak dikenal yang memberitahukan bahwa kantor gudang farmasi terbakar.

"Setelah dicek saksi, ternyata benar bahwa ruangan depan gudang ada api dan asap hitam. Para saksi pergi ke kantor pemadam kebakaran (Damkar) meminta bantuan," jelas Misran. "Tak lama setelah itu, petugas damkar datang untuk memadamkan api dan kebakaran berhasil dipadamkan."

Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kabupaten Inhu terkait obat-obatan dan bahan medis penanggulangan COVID-19 yang dilalap si jago merah dalam insiden tersebut. Hal ini juga telah dilaporkan ke Dinas Kesehatan Provinsi Riau dan Kementerian Kesehatan. "Hasil koordinasinya, akan ada bantuan segera dari Kemenkes dan Dinas Kesehatan Provinsi terkait kebutuhan obat-obatan dan bahan medis penanganan COVID-19," pungkasnya.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait