Kronologi Warga Rebut Jenazah Corona Di Batam, Dokter Ikut Dihajar
Getty Images
Nasional

Kasus penjemputan paksa jenazah pasien COVID-19 kembali terjadi. Peristiwa yang terjadi di Batam ini juga diwarnai dengan aksi pemukulan kepada dokter. Ini kronologinya.

WowKeren - Kasus penjemputan paksa jenazah pasien virus corona (COVID-19) kembali terjadi lagi. Peristiwa kali ini dilaporkan terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Kota Batam.

Dinas Kesehatan Kota Batam menjelaskan kronologi kejadian penjemputan paksa jenazah COVID-19. Pada awalnya, jenazah yang merupakan pasien JZ (63) datang ke RSUD Embung Fatimah sebagai pasien rujukan virus corona dari rumah sakit lainnya.

JZ sudah dinyatakan positif COVID-19 sejak memeriksakan diri ke Rumah Sakit Harapan Bunda. Ia kemudian dibawa ke RSUD Embung Fatimah setelah mengeluhkan nyeri dada disertai batuk berdahak dan berdarah.

Pihak rumah sakit kemudian melakukan perawatan pada JZ secara intensif. Sayang, JZ akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Kerabat JZ kemudian berniat membawa pulang jenazah untuk disemayamkan.

Namun permintaan kerabat JZ tersebut ditolak oleh pihak rumah sakit karena saat meninggal pasien dalam status positif corona. Pihak rumah sakit kemudian menjelaskan jika pemakaman harus dilakukan dengan prosedur pemakaman COVID-19.


Mendengar hal tersebut, kerabat JZ tidak terima dan berdiskusi alot dengan pihak rumah sakit. Bahkan, salah satu dokter di rumah sakit tersebut juga telah menjadi sasaran kerabat dan dihajar.

”Dokter kita sempat kena pukul,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi dilansir dari IDNTimes, Kamis (27/8). “Pasiennya meninggal. Dan lagi-lagi mau dibawa paksa pulang.”

Didi menjelaskan kondisi dokter yang dipukul tersebut kini sudah cukup membaik dan bisa melanjutkan pelayanan terhadap pasien. Namun, kasus pemukulan tersebut diungkapkan Didi dilaporkan ke polisi.

Sementara itu, kerabat jenazah pasien virus corona tersebut akhirnya setuju untuk menjalankan pemulasaran jenazah sesuai protokol COVID-19. Adapun Gubernur Kepulauan Riau Isdianto meminta warga untuk tetap bersikap bijaksana dan tidak nekat merebut jenazah terkonfirmasi positif COVID-19.

Isdianto mengaku dirinya sangat memahami perasaan para kerabat tersebut jika salah satu anggota keluarganya harus dimakamkan dengan protokol COVID-19. Namun, hal tersebut diperlukan demi menjaga keamanan masyarakat lainnya.

”Siapa yang tak sayang keluarga, semua sayang. Siapa yang tega, semua tak tega,” ungkap Isdianto. “Tapi kondisi sekarang ini.”

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait