Ratusan Karyawan Pabrik LG Positif Corona, Menteri Perindustrian Dicecar DPR RI
Nasional

Sejumlah aggota Komisi VI DPR RI mencecar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita terkait klaster corona yang muncul di pabrik elektronik LG di kawasan Cikarang, Kabupaten Bekas, Jawa Barat.

WowKeren - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dicecar oleh Komisi VI DPR RI usai pabrik LG di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menjadi klaster virus corona. Diketahui, sebanyak 242 pegawai dinyatakan positif COVID-19 dalam klaster tersebut.

Anggota Komisi VI dari fraksi PDIP, Evita Nursanty, meminta Agus lebih tegas dalam menerapkan protokol kesehatan di sektor industri. Dengan demikian, penularan corona di pabrik-pabrik dapat dicegah.

"LG yang baru, lalu Unilever, Denso. Nah ini di Vietnam kasus baru daripada COVID-19 itu dari pabrik," tutur Evita di ruang rapat Komisi VI di Gedung DPR RI pada Kamis (27/8). "Jadi ini jangan sampai terjadi di kita."

Kemudian ada anggota Komisi VI dari fraksi PDIP lainnya, Darmadi Durianto, yang menyampaikan keheranannya. Ia mempertanyakan bagaimana pabrik multi-nasional seperti LG bisa menjadi klaster penyebaran virus corona.

"Banyak perusahaan multi- nasional LG misalnya. Itu bisa klaster baru sekelas LG. Bagaimana pabrik baru?" ujar Darmadi. "LG Korea yang standarnya ketat saja bisa lolos. Bisa dibayangkan enggak perusahaan-perusahan kelas di bawahnya? LG, Unilever yang begitu ketat?"


Kemudian anggota Komisi VI dari Fraksi PKS, Chairul Anwar, meminta agar pemerintah meningkatkan kewaspadaan atas penyebaran virus corona. Pasalnya hal ini juga berpengaruh pada kondisi perekonomian Indonesia.

"LG di MM 2100 terjadi COVID-19 massal. Ini harus jadi catatan tersendiri," tegas Chairul. "Sangat tidak mungkin ekonomi bisa baik selama COVID-19 tidak segera diselesaikan."

Selain itu, Chairul juga mewanti-wanti sektor industri yang bisa rugi besar jika pegawainya terpapar COVID-19 dan harus menghentikan produksi. "Buktinya LG, begitu mereka berjalan sekarang mereka harus hentikan selama 14 hari untuk tidak produksi. Mereka kehilangan waktu, hasil produksi, dan tentu keuntungan. Dan akan ada kerugian dalam manufacturing. Oleh karenanya ini harus diperhitungkan betul," terang Chairul.

Sementara itu, anggota Komisi VI dari Fraksi PAN, Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio, meminta agar Menteri Agus mengarahkan sektor industri melakukan tes swab massal. Eko menilai rapid test maupun PCR kurang efektif untuk menemukan pegawai yang terjangkit corona.

"Berkaitan penyebaran COVID-19 di pabrik LG. Ini kan yang punya inisiatif dari pabrik tersebut. bukan Kemenperin. Saya berharap dari Kemenperin berinisiatif untuk ada juknis bagaimana caranya untuk melakukan," pungkas Eko. "Karena saya lihat kalau tes (rapid dan PCR) saja tidak maksimal, harus swab. Jadi saya harapkan Pak Menteri bisa memfasilitasi industri-industri yang ada, untum memerintahkan kaitan swab test ini."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait