Fancam Idol Di Acara Musik Terancam Bakal Dihapus Dan Dihilangkan, Ini Penyebabnya
Pixabay
Selebriti

Para penggemar K-Pop di hebohkan dengan rumor yang menyatakan bahwa fancam para idol yang tampil di acara musik akan segera dihilangkan atau dihapus. Hal ini rupanya berhubungan dengan perselisihan hak cipta antara stasiun TV dan agensi idol.

WowKeren - Beberapa waktu lalu, para penggemar K-Pop di hebohkan dengan rumor yang menyatakan bahwa fancam para idol yang tampil di acara musik akan segera dihilangkan atau dihapus. Hal ini rupanya berhubungan dengan perselisihan hak cipta antara stasiun TV yang mengunggah fancam dengan agensi para idol.

Pada umumnya, perusahaan penyiaran akan mengupload video yang telah difilmkan secara terpisah dari masing-masing member atau "fancam" di YouTube. Video ini cukup populer di kalangan fans dan menerima mendapat viewers yang fantastis. Namun, perusahaan penyiaran tidak membagi keuntungan dari video YouTube tersebut kepada agensi yang menaungi idol bersangkutan.

Praktik tidak adil ini diperkirakan akan hilang saat Komisi Perdagangan yang Adil (FTC) akan segera memberlakukan undang-undang kontrak standar. Pada hari ini, Kamis (27/8), seorang pejabat FTC menyatakan bahwa mereka sedang membuat kontrak standar mengenai pembagian keuntungan fancam ini.

"Kami sedang berusaha membuat kontrak standar antara perusahaan penyiaran dan agensi hiburan (kontrak tentang penggunaan klip video yang menampilkan artis dan penyanyi budaya populer). Kami sedang berdiskusi dengan kementerian terkait seperti Kementerian Kebudayaan. Jika tidak ada masalah dengan prosesnya, kami bisa membuat kontrak standar dalam tahun ini," ungkap perwakilan FTC.

Sebelumnya, agensi hiburan berpendapat bahwa pendapatan dari video yang diposting di saluran YouTube stasiun penyiaran harus dibagikan dengan artis dan manajemen mereka. Pelaku bisnis yang terkait dengan industri hiburan telah berkumpul untuk meminta pembuatan kontrak standar pada Juli tahun ini.


Berbagai grup seperti Asosiasi Konten Musik Korea, Asosiasi Manajemen Korea, dan Asosiasi Produser Hiburan Korea telah berkumpul untuk meminta koreksi atas praktik perusahaan penyiaran tersebut. Setelah menerima permintaan, FTC telah mengambil alih keseluruhan berlakunya kontrak standar.

Menurut FTC, stasiun penyiaran seperti KBS, MBC, dan SBS telah memposting video di layanan streaming online untuk mendapatkan keuntungan tambahan. Video ini menampilkan penyanyi yang tampil di acara musik seperti "Music Bank", dan "The Show" tetapi difilmkan secara terpisah dan diedit sebagai video fancam.

Belum ada kontrak khusus antara penyiar dan agensi hiburan mengenai masalah ini. Oleh karena itu, merupakan kebiasaan bagi para penyiar untuk memiliki hak cipta penuh atas video yang direkam untuk keperluan produksi performance. Namun, perluasan pasar menyebabkan gesekan dengan perusahaan penyiaran karena agensi hiburan mulai memproduksi konten mereka sendiri.

Agensi hiburan menyatakan, "Tidak adil bagi perusahaan penyiaran untuk memiliki hak cipta tanpa syarat ketika artis kami yang tampil dan perfom di sana". FTC sendiri yakin bahwa argumen agensi itu masuk akal.

Usai berdiskusi dengan kementerian terkait dan industri terkait, pemerintah berencana membuat undang-undang kontrak standar. Kemudian, mereka akan mengumumkan tindakan tersebut setelah prosedur melalui Dewan Penasihat Tinjauan Perjanjian dan resolusi FTC.

(wk/putr)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait