Unair Akui Temukan Virus Corona yang Sudah Bermutasi 10 Kali Lebih Menular di RI
Nasional

Universitas Airlangga mengaku menemukan jejak virus Corona yang sudah bermutasi menjadi 10 kali lipat lebih menular alias tipe D614G. Virus ini sebelumnya dikonfirmasi di Malaysia dan Filipina.

WowKeren - Beberapa waktu lalu Filipina dan Malaysia melaporkan temuan virus Corona yang telah bermutasi menjadi 10 kali lipat lebih menular. Virus ini kemudian diberi nama mutasi D614G dan dikhawatirkan akan masuk ke Indonesia.

Dan kekhawatiran ini benar adanya usai Universitas Airlangga mengaku menemukan mutasi ini di beberapa kota besar Indonesia. Bahkan Unair menyebut mutasi serupa juga ditemukan di Surabaya, meskipun data ini masih perlu diteliti lebih jauh.

"Indonesia, kalau lihat di Jatim dan Jawa Barat, Indonesia masih sangat terbatas datanya. Masih 21 virus yang sudah disubmit," ujar Ahli Biomolekuler Unair, dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih dalam webinar internasional bertajuk "Ending Pandemics COVID-19: Effort and Challenge", Jumat (28/8). "Dan mutasinya ditemukan sekitar 8 datanya di Indonesia, di Jabar dan Jatim, dan ditemukan juga di Surabaya mutasi ini."

Menurut Nyoman, mutasi virus ini sebenarnya sudah ditemukan di Eropa sejak Februari 2020. Dan sejak itulah virus SARS-CoV-2 dengan tipe mutasi D614G menjadi yang paling dominan ditemukan di berbagai sampel usap global.


Mutasi ini, tutur Nyoman, terletak pada bagian dalam protein yang membentuk spike virus yang berfungsi untuk menembus masuk ke dalam sel tubuh manusia. Mutasi ini akan mengubah asam amino pada posisi 614, dari D (asam aspartat) menjadi G (glisin) sehingga diberi label D614G.

"Jadi kami belum tahu mekanismenya persis. Tapi peningkatan mutasinya meluas," tutur Nyoman, merujuk pada mekanisme penularan dan "cara kerja" baru virus hasil mutasi ini. "Kalian bisa lihat mutasi aslinya di Eropa, banyak mutasi varian virus ini dari Eropa."

Untuk memahaminya, diperlukan penelitian menyeluruh atas semua karakter virus. Namun saat ini Indonesia masih melakukan analisis awal, seperti Unair yang sudah menyerahkan sekitar 6 karakter virus.

"Unair sudah submit 6 karakter virus, dua di antaranya karakternya terkait dengan virus di Eropa, dan keduanya termasuk D164G," ujar Nyoman, dikutip dari Kumparan. "Tapi menariknya salah satu nomor virus ini menarik, karena enggak cuma ada mutasi D164G (di Surabaya)."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait